Eksistensi Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah dalam Perspektif Multi-Level Governance: Studi RPJMD Enam Kabupaten/Kota di Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Abstract
Realitas pembangunan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur
yang tercermin pada persentase pertumbuhan ekonomi mengindikasikan adanya
disparitas pembangunan. Sistem desentralisasi yang diterapkan di Indonesia
memberikan otoritas bagi pemerintah daerah untuk merencanakan dan
melaksanakan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
lokal. Namun, kemampuan aktor pembangunan yang tidak dilengkapi dengan
pembagian kewenangan dan peran terstruktur dapat memicu kegagalan kebijakan.
Penelitian ini bertujuan mengkaji eksistensi perencanaan pembangunan ekonomi
daerah dalam perspektif multi-level governance. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif dengan model analisis konten pada 6 dokumen RPJMD
kabupaten/kota di Jawa Timur yang terdiri dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten
Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, dan
Kabupaten Sampang melalui teknik coding dan pemodelan tematik. Tahapan
analisis data dilakukan berdasarkan teknik analisis data Zhang & Wildemuth (2017)
yang terdiri dari tahap pengumpulan data, penetapan unit analisis, pengembangan
kategori dan kode, pengujian kode dan konsistensi kode, coding data, pengecekan
dan pengelompokan, penarikan kesimpulan, serta penyajian data. Teori yang
digunakan adalah teori multi-level governance Hooghe & Marks (2002) tipe I yang
terbentuk atas lima indikator yakni kewenangan jangka panjang, kewenangan
dengan berbagai tugas, kewenangan tidak tumpang tindih pada setiap tingkat
pemerintahan, kewenangan terbatas, dan kewenangan terorganisir dalam beberapa
tingkat yang terbatas. Hasil penelitian mendekonstruksi bahwa fleksibilitas
pemerintah daerah yang dilengkapi dengan pembagian kewenangan dan peran yang
sistematis memengaruhi cara dan kemampuan aktor dalam merumuskan dan
mengimplementasikan kebijakan pembangunan. Perbedaan potensi ekonomi yang
diselaraskan dengan prioritas pembangunan di tingkat yang lebih tinggi
mempermudah tercapainya keberhasilan pembangunan yang optimal.
Description
Validasi file repositori 26 Mei 2026_(Vivi)_Firli
Citation
Abdul Haq, F., Almas Musyafa, D., & Rosidin, U. (2025). Desentralisasi Dan Harmonisasi Kebijakan: Rekonstruksi Pembagian Kewenangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Dalam Negara Kesatuan. Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 17–32. https://doi.org/10.15575/qanuniya.v2i2.1819. Alsayel, A., Fransen, J., & de Jong, M. (2023). City branding in a multi-level governance context: comparing branding performance across five institutional models for urban development in Saudi Arabia. Journal of Place Management and Development, 16(2), 267–290. https://doi.org/10.1108/JPMD-07-2022-0061. Anggara, S., & Sumantri, I. (2016). Administrasi pembangunan: Teori dan praktik. Pustaka Setia. Anggriani Alamsyah. (2016). Perkembangan Paradigma Administrasi Publik (New Public Administration, New Public Management dan New Public Service). Jurnal Politik Profetik, 4(2), 1–28. Bache, I., & Flinders, M. (2004). Themes and Issues in Multi-level Governance. In Multi-level Governance. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/019925
