Peran Pengasuhan Ayah Pada Remaja Dengan Kehamilan Tidak Diinginkan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja merupakan permasalahan kompleks yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan pendidikan. KTD dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, stres emosional, putus sekolah, hingga stigma dari lingkungan sosial. Salah satu penyebab utama KTD adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Selama ini, pendidikan kesehatan reproduksi lebih sering menjadi tanggung jawab ibu, sementara keterlibatan ayah masih sangat terbatas, padahal peran ayah juga memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan perilaku dan pengambilan keputusan remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ayah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja perempuan yang mengalami KTD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif para informan. Informan terdiri dari tujuh remaja perempuan yang mengalami KTD, satu ayah dari salah satu remaja, pendamping dari UPTD PPA, dan perwakilan dari DP3AKB Kabupaten Jember. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Triadic Reciprocal Determinism dari Albert Bandura yang menjelaskan hubungan timbal balik antara individu, perilaku, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ayah hanya menjalankan peran sebagai penyedia nafkah, namun kurang hadir dalam aspek pengasuhan lainnya seperti dukungan emosional, komunikasi, dan pemberian edukasi. Banyak informan merasa tidak memiliki kedekatan dengan ayah mereka, serta tidak pernah berdiskusi tentang topik kesehatan reproduksi, pendidikan, maupun masa depan. Minimnya komunikasi dan kurangnya keterlibatan ayah menyebabkan remaja mencari informasi dari teman sebaya atau media sosial, yang tidak selalu valid. Hal ini membuat mereka lebih rentan terlibat dalam perilaku seksual berisiko tanpa pemahaman yang cukup, yang pada akhirnya berujung pada KTD, pernikahan dini, atau putus sekolah.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By