Teknologi Flavor Baru dari Pakis (Diplazium Esculentum) Berbasis Hidrolisis Enzimatis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sayuran pakis merupakan makanan yang disukai masyarakat Indonesia,
mempunyai kandungan nutrisi seperti protein, lemak, fenolik, flavonoid dan
mineral yang tinggi. Lingkungan tumbuh pakis berpengaruh terhadap
perkembangan rasanya. Rasa bergantung pada keseimbangan nutrisi tanah, karena
tingkat nutrisi tertentu diperlukan untuk metabolismenya. Nutrisi tanah
menyediakan beberapa hal penting untuk perkembangan rasa, keragaman genetik,
morfologi, dan sifat kimia yang berpengaruh terhadap flavor. Di sisi yang lain
pakis memiliki keragaman yang sangat besar ditunjukkan dengan begitu
banyaknya jenis tanaman pakis. Sementara potensinya sebagai produk pangan
khususnya flavor belum banyak dieksplorasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan
penelitian yang fokus pada kajian kekerabatan terhadap fitokimia pakis, dan
pengembangan teknologi flavor baru dari pakis berbasis teknik hidrolisis
enzimatis.
Penelitian dirancangan secara bertahap yang meliputi: (1) mengkaji
keragaman genetik, karakter morfologi dan kimia (nutrisi) spesies sayuran pakis
yang berasal dari Tulungagung, Jember dan Banyuwangi; (2) mempelajari
pengaruh pengolahan bahan baku terhadap karakteristik kimia (nutrisi) dan
komponen volatil sayuran pakis; (3) menguji aktivitas enzim bromelin dan
protease sebagai dasar penentuan suhu, pH dan waktu optimumnya dalam
menghidrolisis sayuran pakis; (4) optimasi hidrolisis enzim bromelin dan protease
pada sayuran pakis dengan menelaah pengaruh hidrolisis sayuran pakis secara
enzimatis terhadap komponen non volatil (khusus asam amino); (5) karakteristik
produk flavor pakis yang dihasilkan.
Hasil penelitian menunjukkan telah terbentuk 2 cluster tanaman pakis
sebagai bahan baku yang potensial, didasarkan pada kesamaan atau kemiripan
yang ada pada spesies. Cluster I diduduki oleh varietas BB12 dan Cluster II
diduduki oleh 2 sub cluster, meliputi: sub claster1 terdiri atas spesies BH04 dan sub cluster 2 yang terdiri atas 2 grup, yakni grup 1 terdiri atas 2 sub grup (TS18
dan JM13), grup 2 terdiri atas sub grup 1 (BA02) dan sub grup 2 diduduki oleh
BB01, BJ03, TS17, TS16, JA14, BB01, BH10, BL09, JP15, BH07, BH06, BJ03,
BH05, dan BA02.
Pengolahan ternyata berpengaruh terhadap karakteristik kimia (nutrisi)
dan komponen volatil sayuran pakis. Dalam hal ini ditunjukkan dengan
kandungan polifenol, flavonoid, gula reduksi, gula total dan sukrosa yang makin
meningkat. Sedangkan kandungan lemak dan protein terlarut pada perlakuan
kukus menunjukkan hasil yang paling tinggi.
Enzim bromelin dan papain bekerja dalam menghidrolisis sayuran pakis
pada pH 7 dan suhu 55°C selama 1 jam. Enzim bromelin dan papain konsentrasi
1% dapat menghidrolisis protein sayuran pakis pada perlakuan (1) segar, (2)
kukus, dan (3) kukus dan kering menghasilkan asam glutamat dan asam aspartat
yang bersifat MSG-like dan dominan sebagai flavor enhancer. Flavor pakis yang
dihasilkan berpotensi umami, sweet, astringency, dan bitter.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
