“Etnografi Totemisme Dan Praktik Mistisisme di Petirtaan Jolotundo”
| dc.contributor.author | Fiki Febriananda | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-18T03:29:14Z | |
| dc.date.issued | 2025-11-09 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 18 Februari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Salah satu situs sejarah yang terkenal di Mojokerto adalah Petirtaan Jolotundo, dimana berlokasi di desa Seloliman, Trawas. Petirtaan ini digunakan oleh umat Hindu untuk mensucikan diri ketika menjelang hari-hari suci misalnya, Nyepi, Galungan, dan hari lahir Pura. Sedari awal memang Petirtaan ini tidak eksklusif hanya untuk umat Hindu, akan tetapi juga untuk khalayak umum. Karena aliran airnya yang langsung dari Gunung Penanggungan—menurut sejarah merupakan pusat tertinggi Kerajaan Majapahit—sehingga airnya bernilai suci dan sakral. Terlebih lagi, situs Petirtaan ini menyimpan banyak sekali artefak yang kental akan sejarah, dan terdapat makam leluhur yang masih terhubung dengan sejarah pembangunan Jolotundo. Dikarenakan pengaruh airnya yang bernilai suci tersebut, masyarakat mulai mempercayai bahwasanya air tersebut dapat menjadi perantara antara individu dengan Tuhan, sehingga dapat mengabulkan setiap permintaan yang dilangitkan oleh pemohon. Pada saat tanggal-tanggal sakral yang terdapat dalam kalender Jawa seperti, Jumat Legi, Jumat Kliwon, malam satu Suro, dan malam bulan purnama ketiga, Jolotundo menjadi sangat padat karena komunitas-komunitas keagamaan berbondong-bondong datang dengan membawa tujuan dan maksud yang berbeda. Komunitas-komunitas ini bersifat heterogeny sehingga, Jolotundo tidak tertutup akan satu kepercayaan saja. Mereka bebas melakukan ritual dan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing, yang tentu saja dilakukan dengan menggunakan air sebagai perantaranya. Kepercayaan yang dipegang inilah yang akhirnya membentuk sebuah ikatan logika yang sama di antara para pengunjung, meskipun berbeda secara latar belakang kepercayaan. Hal itu adalah menyangkut tentang kepercayaan akan kekuatan air di Petirtaan Jolotundo, yang diyakini dapat mengabulkan setiap permintaan bagi sang pemohon. Interaksi yang timbul di antara para pengunjung juga terasa tidak terbatas, karena tidak terdapat ruang jeda di antara banyaknya keyakinan tersebut. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Dodik Harnadi, S.H.I., M.Sosio Dosen Pembimbing Anggota: Lukman Wijaya Baratha, S.Sos., M.A. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3431 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | situs sejarah | |
| dc.subject | Petirtaan Jolotundo | |
| dc.subject | Mojokerto | |
| dc.title | “Etnografi Totemisme Dan Praktik Mistisisme di Petirtaan Jolotundo” | |
| dc.type | Other |
