“Etnografi Totemisme Dan Praktik Mistisisme di Petirtaan Jolotundo”
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Abstract
Salah satu situs sejarah yang terkenal di Mojokerto adalah Petirtaan Jolotundo,
dimana berlokasi di desa Seloliman, Trawas. Petirtaan ini digunakan oleh umat
Hindu untuk mensucikan diri ketika menjelang hari-hari suci misalnya, Nyepi,
Galungan, dan hari lahir Pura. Sedari awal memang Petirtaan ini tidak eksklusif
hanya untuk umat Hindu, akan tetapi juga untuk khalayak umum. Karena aliran
airnya yang langsung dari Gunung Penanggungan—menurut sejarah merupakan
pusat tertinggi Kerajaan Majapahit—sehingga airnya bernilai suci dan sakral.
Terlebih lagi, situs Petirtaan ini menyimpan banyak sekali artefak yang kental
akan sejarah, dan terdapat makam leluhur yang masih terhubung dengan sejarah
pembangunan Jolotundo. Dikarenakan pengaruh airnya yang bernilai suci tersebut,
masyarakat mulai mempercayai bahwasanya air tersebut dapat menjadi perantara
antara individu dengan Tuhan, sehingga dapat mengabulkan setiap permintaan
yang dilangitkan oleh pemohon.
Pada saat tanggal-tanggal sakral yang terdapat dalam kalender Jawa seperti, Jumat
Legi, Jumat Kliwon, malam satu Suro, dan malam bulan purnama ketiga,
Jolotundo menjadi sangat padat karena komunitas-komunitas keagamaan
berbondong-bondong datang dengan membawa tujuan dan maksud yang berbeda.
Komunitas-komunitas ini bersifat heterogeny sehingga, Jolotundo tidak tertutup
akan satu kepercayaan saja. Mereka bebas melakukan ritual dan doa sesuai dengan
keyakinan masing-masing, yang tentu saja dilakukan dengan menggunakan air
sebagai perantaranya. Kepercayaan yang dipegang inilah yang akhirnya
membentuk sebuah ikatan logika yang sama di antara para pengunjung, meskipun
berbeda secara latar belakang kepercayaan. Hal itu adalah menyangkut tentang
kepercayaan akan kekuatan air di Petirtaan Jolotundo, yang diyakini dapat
mengabulkan setiap permintaan bagi sang pemohon. Interaksi yang timbul di
antara para pengunjung juga terasa tidak terbatas, karena tidak terdapat ruang jeda
di antara banyaknya keyakinan tersebut.
Description
Reupload Repositori File 18 Februari 2026_Kholif Basri
