Faktor Yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Dadap Kuning Kabupaten Gresik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Secara global, Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan
hingga saat ini. Komplikasi kehamilan dan persalinan merupakan penyebab
langsung kematian ibu. Meskipun telah terjadi penurunan AKI secara nasional,
angka ini masih cukup tinggi dan belum mencapai target RPJMN dan SDGs. Upaya
yang dapat dilakukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu adalah dengan
menjamin agar setiap ibu dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas
salah satunya antenatal care. Kurangnya kunjungan antenatal care dapat
membahayakan ibu maupun janinnya karena tidak terdeteksinya tanda bahaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan
kunjungan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Dadap Kuning, Kabupaten
Gresik.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dadap Kuning
Kabupaten Gresik dengan sampel sebanyak 77 ibu hamil. Variabel yang diteliti
meliputi faktor predisposisi (usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan),
faktor pemungkin (dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan), dan faktor
kebutuhan (riwayat penyakit). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terkait
karakteristik responden, pengetahuan, dukungan sumi, dan dukungan petugas
kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan
menggunakan Chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada
dalam usia tidak berisiko (20–35 tahun), dengan tingkat pendidikan
SMA/Sederajat, tidak bekerja, memiliki tingkat pengetahuan tinggi, mendapat
dukungan yang baik dari suami dan petugas kesehatan, serta sebagian besar ibu
hamil tidak memiliki riwayat penyakit. Analisis bivariat menunjukkan bahwa
terdapat hubungan antara usia (OR= 3,613; 95% CI= 1,182-11,044; p= 0,042),
tingkat pengetahuan (OR= 4,906; 95% CI= 17,27-13,939; p= 0,005), dan dukungan
suami (OR=3,644; 95% CI= 1,279-10,386; p= 0,027) dengan kunjungan antenatal
care. Variabel paritas (OR= 3,789; 95% CI= 1,097-13,087; p = 0,052), pendidikan
(OR=1,105; 95% CI= 0,362-3,372; p= 1,000), pekerjaan (OR=0,807; 95% CI=
0,313-2,083; p= 0,839), dukungan petugas kesehatan (OR=2,211; 95% CI= 0,721-
6,774; p = 0,266), dan riwayat penyakit (OR= 1,302; 95% CI= 0,408-4,149; p=
0,885) tidak terdapat hubungan dengan kunjungan antenatal care.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa untuk meningkatkan angka
cakupan kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Dadap Kuning, diperlukan
intervensi berbasis edukasi dan dukungan sosial. Edukasi dapat disampaikan
melalui media yang menarik dan mudah dipahami, seperti video edukatif berdurasi
3–5 menit yang menjelaskan tahapan ANC, yang dapat ditayangkan di ruang
tunggu puskesmas. Peran suami perlu diperkuat dengan dilibatkan dalam setiap
tahap pelayanan ANC, bisa melalui program edukasi bulanan di tingkat desa yang
melibatkan suami dalam diskusi mengenai peran mereka selama kehamilan.
Description
Reupload File Repositori 2 Februari 2026_ Teddy/Hendra
