Keberadaan Desa Buruh Migran (Desbumi) Di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Tahun 2016-2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Skripsi ini membahas keberadaan (Desa Buruh Migran) DESBUMI Di Desa
Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember pada periode 2016-2024.
Bertujuan menjelaskan latar belakang terbentuknya DESBUMI, kegiatan
DESBUMI, serta pengaruhnya terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari pemilihan topik,
pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pendekatan
sosiologi ekonomi dan teori feminisme. DESBUMI terbentuk dilatarbelakangi oleh
kondisi ekonomi masyarakat yang bertumpu pada sektor pertanian dan buruh
informal mendorong banyak warga, terutama perempuan, untuk bekerja ke luar
negeri. Maraknya kasus pemulangan paksa, penipuan calo, serta minimnya
perlindungan hukum mendorong kepala desa Miftahul Munir berinisiatif
membentuk wadah perlindungan bagi warganya. Kegiatan DESBUMI pada periode
2016–2024 dilaksanakan secara bertahap mencakup tiga fase migrasi: pra-migrasi,
selama migrasi, dan pasca-migrasi. Program yang dijalankan meliputi sosialisasi
migrasi aman, pendataan PMI, pelatihan keterampilan menjahit, membatik, bordir,
pengolahan makanan, serta pembentukan kelompok usaha bersama. Pengaruh
sosial DESBUMI terlihat pada terbangunnya komunitas purna migran yang lebih
kuat melalui pengorganisasian komunitas, pelembagaan perlindungan tingkat desa,
dan penguatan komunikasi. Pengaruh ekonomi DESBUMI terwujud dalam
pelatihan keterampilan dan dukungan modal usaha membuka sumber pendapatan
alternatif bagi perempuan purna migran melalui UMKM. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa DESBUMI bukan sekadar wadah administratif, melainkan
telah bertransformasi menjadi gerakan sosial berbasis komunitas yang berhasil
menyatukan peran pemerintah desa, LSM, dan agensi kolektif perempuan purna
migran. Keberhasilan ini mendapat pengakuan hingga tingkat internasional dan
nasional. Dengan demikian, DESBUMI terbukti menjadi model praktik baik (best
practice) dalam tata kelola perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran yang
berakar dari kearifan lokal dan berkeadilan gender.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 6 Juli 2026
