Karakteristik Permen Jelly Berbahan Dasar Sari Jeruk Semboro dan Rosella (Hibiscuss sabdariffa) dengan Variasi Penambahan Konsentrasi Gelatin dan Tapioka
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya konsumsi permen jelly sebagai
produk pangan fungsional yang praktis, menarik, dan digemari oleh berbagai
kalangan, terutama anak-anak. Produk permen jelly yang beredar di pasaran
umumnya masih menggunakan bahan tambahan sintetis dan gula dalam jumlah
tinggi, yang berisiko terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh
karena itu, perlu mengembangkan inovasi produk permen jelly berbahan alami yang
aman dikonsumsi serta memiliki nilai gizi dan fungsional. Bahan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah sari jeruk Semboro (Citrus nobilis) dan bunga rosella
(Hibiscus sabdariffa), yang diketahui kaya akan vitamin C dan senyawa
antioksidan. Sari jeruk berfungsi sebagai penambah cita rasa dan sumber vitamin
C, sedangkan rosella sebagai pewarna alami dan sumber antosianin.
Pembentukan tekstur pada permen jelly membutuhkan bahan pembentuk gel
seperti gelatin. Penggunaan gelatin saja belum mampu memberikan kestabilan
tekstur yang optimal, sehingga peneliti menambahkan tapioka sebagai bahan
pengisi. Tapioka memiliki kemampuan untuk membentuk gel yang lembut dan
mengikat air. Variasi rasio gelatin dan tapioka diduga memengaruhi sifat fisik,
kimia, fungsional, dan sensori dari produk permen jelly yang dihasilkan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan gelatin dan tapioka
terhadap mutu permen jelly berbahan sari jeruk Semboro dan rosella, serta untuk
menentukan formulasi terbaik berdasarkan uji efektivitas.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor,
yaitu rasio gelatin:tapioka yang terdiri dari enam perlakuan: K0 (18:0), F1 (15:3),
F2 (13:5), F3 (9:9), F4 (5:13), dan F5 (3:15), yang masing-masing diulang sebanyak
empat kali. Proses pembuatan permen jelly dilakukan dengan merebus campuran
sari jeruk, ekstrak rosella, gula, dan campuran gelatin-tapioka hingga mendidih,
kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan hingga mengeras. Produk
yang dihasilkan dianalisis berdasarkan parameter warna (L*, a*, b*), tekstur
(hardness dan gumminess), kadar air, kadar abu, gula reduksi, vitamin C, aktivitas
antioksidan, uji hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur, keseluruhan), dan uji
efektivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio tapioka terhadap
gelatin meningkatkan nilai L* dari 39,01-43,87; a* dari 2,2-3,5; dan b* dari 15,3-
16,6. Selain itu, kadar air meningkat dari 19,20%-25,54%; kadar gula reduksi dari
13,122%-14,714%; kadar vitamin C dari 0,0247%-0,0407%; dan aktivitas
antioksidan dari 22,39%-31,63%. Sebaliknya, nilai hardness menurun dari 304,32
gf-85,71 gf; gumminess dari 266,66 gf-78,87 gf; dan kadar abu dari 1,62%-0,45%.
Uji sensori menunjukkan bahwa panelis memberikan skor keseluruhan tertinggi
pada perlakuan F3 (nilai 5,27) dan tekstur terbaik pada F4 (nilai 5,60). Uji
efektivitas menunjukkan bahwa formulasi F4 (gelatin:tapioka = 5:13) memiliki
nilai efektivitas tertinggi sebesar 0,79. Formulasi F4 dipilih sebagai perlakuan
terbaik karena menghasilkan produk permen jelly yang optimal dari segi mutu fisik,
kimia, fungsional, dan sensori.
Description
Reuploud file repositori 16 maret 2026_Firli
