Representasi Nilai-Nilai moral dalam Novel Almost is Never Enough karya Sefryana Khairil dan Film Dear Jo Karya Sutradara Monty Tiwa: Kajian Ekranisasi

dc.contributor.authorTiana Putri
dc.date.accessioned2026-02-05T03:53:54Z
dc.date.issued2025-07-15
dc.descriptionReupload File Repositori 5 Februari 2026_Yudi/Rega
dc.description.abstractLatar belakang kajian ini berkaitan dengan transformasi digital yang menghadirkan peluang baru dalam publikasi karya tulis, serta meningkatnya minat terhadap sastra dan film yang mendorong maraknya adaptasi novel ke bentuk film. Novel Almost is Never Enough karya Sefryana Khairil merupakan salah satu karya yang diadaptasi ke dalam bentuk film dengan judul Dear Jo, yang disutradarai oleh Monty Tiwa. Meskipun ada perbedaan judul, baik novel maupun film tersebut sama-sama memuat nilai-nilai moral yang tercermin melalui gaya kepenulisan Sefryana Khairil dan sentuhan kreatif dari Monty Tiwa. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antarunsur struktural dalam karya sastra, menguraikan proses ekranisasi yang terjadi, serta mengidentifikasi nilai-nilai moral yang terkandung dalam karya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek material dalam penelitian ini adalah novel Almost is Never Enough karya Sefryana Khairil dan film Dear Jo yang disutradarai oleh Monty Tiwa. Adapun objek formal dalam penelitian ini yaitu keterkaitan antarunsur struktural dan perubahan-perubahan dari novel ke film yang dikaji menggunakan teori ekranisasi, dengan teori bantu struktural dan teori representasi sebagai landasan analisis. Satuan analisis yang digunakan meliputi kutipan kalimat yang berasal dari novel dan gambar potongan film. Hasil analisis struktural novel Almost is Never Enough menunjukkan bahwa unsur tema, tokoh, latar, alur, dan konflik saling mendukung dalam membangun cerita. Tema mayor dalam novel ini adalah perjuangan melawan rasa takut dan rasa bersalah untuk membuka hati pada cinta yang baru, yang direpresentasikan melalui tokoh utama, Aldebaran. Tokoh tambahan seperti Ella, Maura, Ben, Zoey, Livy, dan Fern mendukung pengembangan tema minor, seperti kasih sayang ibu kepada anak, nilai persahabatan, perempuan yang dirindukan, dan penolakan terhadap pernikahan. Konflik dalam novel didominasi tokoh utama, mencakup konflik eksternal dengan tokoh lain serta konflik internal yang penuh pergolakan batin. Latar tempat, waktu, dan sosial menggambarkan kehidupan masyarakat modern dengan ciri teknologi, keberagaman budaya, dan kebebasan memilih jalan hidup. Alur cerita mengalir dari kehilangan hingga penyelesaian, yang menegaskan perkembangan karakter dan keputusan membentuk keluarga baru. Hasil analisis ekranisasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses adaptasi dari novel Almost is Never Enough karya Sefryana Khairil ke film Dear Jo karya sutradara Monty Tiwa menimbulkan sejumlah perubahan pada aspek alat penceritaan, tokoh, latar, dan alur. Perubahan tersebut meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Penciutan dilakukan terhadap 16 tokoh, 6 latar tempat, dan 20 bagian alur untuk mengefisiensikan durasi dan mempertahankan fokus cerita dalam ruang visual yang terbatas. Di sisi lain, film menambahkan 11 tokoh baru, 7 latar tempat tambahan, dan 52 adegan untuk memperkaya narasi dan interaksi antartokoh. Selain penciutan dan penambahan, adaptasi ini juga menampilkan perubahan bervariasi terhadap unsur cerita, meliputi 9 variasi tokoh, 5 variasi latar, dan 12 variasi alur. Perubahan variasi ini mencakup penyesuaian nama tokoh, profesi, karakterisasi, lokasi peristiwa, serta urutan peristiwa. Contohnya, latar tempat yang semula berlatar Amerika Serikat diubah menjadi Azerbaijan dalam versi film, dan nama tokoh utama disesuaikan dengan judul film. Meskipun mengalami berbagai modifikasi, garis besar cerita tetap terjaga dan divisualisasikan dengan baik dalam film. Nilai-nilai moral dalam novel mengalami penyesuaian saat diadaptasi ke bentuk film, tetapi maknanya tetap tersampaikan dengan jelas. Adaptasi ini membuka sudut pandang baru terhadap isu ibu pengganti yang dianggap ekstrem, dengan menonjolkan sisi kemanusiaan secara lebih nyata. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, pengorbanan, pantang menyerah, dan kasih sayang tetap disampaikan secara efektif, meskipun melalui cara penyampaian yang berbeda. Dengan demikian, proses ekranisasi tidak menghilangkan inti pesan dalam novel, justru memperkuatnya melalui tampilan visual yang lebih hidup dan mudah dipahami oleh penonton.
dc.description.sponsorshipDPU: Dra. Titik Maslikatin, M.Hum. DPA: Dewi Angelina, S.S., M.A.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1739
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectkarya sastra
dc.subjectstruktural novel
dc.titleRepresentasi Nilai-Nilai moral dalam Novel Almost is Never Enough karya Sefryana Khairil dan Film Dear Jo Karya Sutradara Monty Tiwa: Kajian Ekranisasi
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
TIANA PUTRI - 210110201063.pdf
Size:
952.16 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: