Analisis Korelasi antara Jumlah Gigi yang Tersisa dengan Massa Otot pada Perempuan Berusia 45 - 69 Tahun
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.
Pada lansia terjadi proses penuaan yaitu menghilangya kemampuan jaringan secara
bertahap untuk memperbaiki atau mengganti, mempertahankan struktur dan fungsi
normalnya. Perubahan dalam hidup yang berhubungan dengan terjadinya proses
penuaan melibatkan perubahan jaringan tubuh dan organ yang sangat kompleks,
termasuk perubahan pada jaringan rongga mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut
yang umum terjadi pada lansia berkaitan dengan kehilangan gigi. Kehilangan gigi
dalam rongga mulut dan tidak dibuatkan penggantinya dapat menyebabkan
menurunnya fungsi pengunyahan. Masalah pengunyahan dapat memengaruhi
asupan nutrisi karena seseorang cenderung merubah pilihan makanannya ke
makanan yang lembut dan mudah dikunyah yang seringkali lebih rendah serat,
protein, dan asupan nutrisi lainnya. Berkurangnya konsumsi makanan yang
mengandung protein pada lansia akan berdampak pada pertumbuhan, kekuatan, dan
fungsi otot yang berkaitan dengan massa otot.
Penelitian ini dilakukan untuk menganlisis korelasi antara jumlah gigi yang
tersisa dengan massa otot perempuan berusia 45-69 tahun. Jenis penelitian yang
digunakan adalah observasional analitik (cross sectional). Variabel bebas dari
penelitian ini adalah jumlah gigi yang tersisa, variabel terikat adalah massa otot.
Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dari hasil perhitungan jumlah gigi
yang tersisa dan pengukuran massa otot menggunakan timbangan badan digital
body composition merk Tanita BC-541. Setelah itu dilakukan analisis data yang
diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas
dan dilanjutkan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan jumlah gigi
yang tersisa dengan massa otot pada perempuan berusia 45-69 tahun.Hasil penelitian yang didapatkan adalah rata-rata jumlah gigi yang tersisa
pada subjek penelitian sebesar 14 gigi dengan peningkatan kehilangan gigi yang
terjadi seiring dengan peningkatan usia. Jumlah gigi yang tersisa <20 berarti rata rata subjek penelitian memiliki risiko malnutrisi yang lebih besar. Pada penelitian
ini menunjukkan massa otot mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya
usia. Penurunan massa otot dapat disebabkan karena proses penuaan, penyakit,
asupan nutrisi, dan buruknya aliran darah ke otot, dan penurunan aktivitas fisik.
Analisis data dengan uji korelasi Spearman menunjukkan menunjukkan p-value
0.000 (p-value<0.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0.672, artinya hipotesis
pada penelitian ini diterima atau terdapat hubungan korelasi positif yang kuat antara
jumlah gigi yang tersisa dengan massa otot pada perempuan berusia 45-69 tahun.
Korelasi positif memiliki arti bahwa apabila semakin banyak jumlah gigi yang
tersisa maka massa otot pada perempuan berusia 45-69 tahun akan meningkat dan
sebaliknya.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_Arif/Halima
