Kadar Pyridinoline pada Saliva Penderita Penyakit Periodontal Inflamatorik

dc.contributor.authorPutri Kharisma Dewi
dc.date.accessioned2026-06-18T06:19:40Z
dc.date.issued2014-03-27
dc.descriptionValidasi file repositori 17 Juni 2026_Firli
dc.description.abstractPenyakit periodontal masih menduduki urutan kedua utama dalam penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Ketika terjadi inflamasi periodontal, kolagen akan terdegradasi dan pyridinoline akan terurai serta disekresikan ke dalam cairan krevikular gingiva dan saliva. Pyridinoline merupakan tripeptida yang berperan pada ikatan silang kolagen tipe I yang banyak terdapat pada jaringan periodontal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis kadar pyridinoline pada saliva penderita penyakit periodontal inflamatorik. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien RSGM Universitas Jember yang menderita penyakit periodontal inflamatorik dengan kriteria inklusi wanita usia 30-50 tahun dan memiliki gigi minimal 20 gigi, serta kriteria eksklusi memiliki kelainan atau penyakit sistemik, memiliki kebiasaan merokok, menggunakan obat kumur, antibiotik, atau obat-obatan minimal 6 bulan terakhir, sedang dalam perawatan periodontal 6 bulan terakhir, sedang hamil, menyusui, menstruasi, menggunakan gigi tiruan, sedang mengalami mukositis, karies media, karies profunda, maupun karies profunda perforasi. Pemeriksaan inflamasi periodontal didasarkan pada Periodontal Indeks modifikasi Russel. Jumlah subyek penelitian sebesar 15 orang yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu kelompok gingivitis, awal penyakit periodontal, dan penyakit periodontal destruktif. Subyek penelitian diminta mengumpulkan saliva di dalam rongga mulut tanpa stimulus, kemudian mengeluarkan ke dalam pot saliva. Kadar pyridinoline saliva diukur menggunakan LC-MS/MS. Data dianalisis menggunakan uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar pyridinoline saliva pada kelompok gingivitis, awal penyakit periodontal, dan penyakit periodontal inflamatorik (p>0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kadar pyridinoline saliva tidak dapat menunjukkan tingkat keparahan kerusakan jaringan pada penyakit periodontal inflamatorik.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : drg. Agustin Wulan Suci D., MDSc Dosen Pembimbing Anggota : Dr. drg. I Dewa Ayu Susilawati, M.Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9398
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectPyridinoline
dc.subjectPeriodontal
dc.subjectKolagen Tipe 1
dc.subjectPenyakit Periodontal Inflamatorik
dc.subjectSaliva
dc.titleKadar Pyridinoline pada Saliva Penderita Penyakit Periodontal Inflamatorik
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SKRIPSI PUTRI (101610101090).pdf
Size:
1.97 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: