Kadar Pyridinoline pada Saliva Penderita Penyakit Periodontal Inflamatorik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Penyakit periodontal masih menduduki urutan kedua utama dalam
penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Ketika terjadi
inflamasi periodontal, kolagen akan terdegradasi dan pyridinoline akan terurai
serta disekresikan ke dalam cairan krevikular gingiva dan saliva. Pyridinoline
merupakan tripeptida yang berperan pada ikatan silang kolagen tipe I yang banyak
terdapat pada jaringan periodontal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis
kadar pyridinoline pada saliva penderita penyakit periodontal inflamatorik.
Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan
cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien RSGM Universitas Jember yang
menderita penyakit periodontal inflamatorik dengan kriteria inklusi wanita usia
30-50 tahun dan memiliki gigi minimal 20 gigi, serta kriteria eksklusi memiliki
kelainan atau penyakit sistemik, memiliki kebiasaan merokok, menggunakan obat
kumur, antibiotik, atau obat-obatan minimal 6 bulan terakhir, sedang dalam
perawatan periodontal 6 bulan terakhir, sedang hamil, menyusui, menstruasi,
menggunakan gigi tiruan, sedang mengalami mukositis, karies media, karies
profunda, maupun karies profunda perforasi. Pemeriksaan inflamasi periodontal
didasarkan pada Periodontal Indeks modifikasi Russel. Jumlah subyek penelitian
sebesar 15 orang yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu kelompok gingivitis, awal
penyakit periodontal, dan penyakit periodontal destruktif. Subyek penelitian
diminta mengumpulkan saliva di dalam rongga mulut tanpa stimulus, kemudian
mengeluarkan ke dalam pot saliva. Kadar pyridinoline saliva diukur menggunakan
LC-MS/MS. Data dianalisis menggunakan uji One-way Anova.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar
pyridinoline saliva pada kelompok gingivitis, awal penyakit periodontal, dan
penyakit periodontal inflamatorik (p>0,05).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kadar pyridinoline saliva tidak
dapat menunjukkan tingkat keparahan kerusakan jaringan pada penyakit
periodontal inflamatorik.
Description
Validasi file repositori 17 Juni 2026_Firli
