Perubahan Kehidupan Masyarakat Petani di Tengah Perkembangan Industri PT. Motasa Indonesia di Desa Ngrowo Kabupaten Mojokerto
| dc.contributor.author | Khoirunisa Wahida | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-22T05:59:17Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-09 | |
| dc.description | Validasi file repositori 22 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Perkembangan kawasan industri di Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian. Beralihnya sebagian lahan pertanian menjadi kawasan industri tidak hanya memengaruhi aktivitas pertanian, tetapi juga memengaruhi pekerjaan, kondisi ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat desa. Perubahan tersebut menjadi perhatian penting karena sebagian masyarakat Desa Ngrowo masih menjadikan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perubahan yang dirasakan di kehidupan masyarakat petani terkait dengan adanya industri PT. Motasa Indonesia di Desa Ngrowo. Untuk memahami perubahan yang dialami masyarakat, penelitian ini menggunakan teori masyarakat risiko (risk society) Ulrich Beck. Teori tersebut menjelaskan bahwa modernisasi dan industrialisasi tidak hanya menghasilkan kemajuan pembangunan, tetapi juga melahirkan berbagai bentuk risiko dan ketidakpastian yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap buruh tani, masyarakat yang menjual lahan pertanian, kelompok tani, dan perangkat desa. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkembangnya aktivitas industri di Desa Ngrowo membawa perubahan terhadap kondisi pertanian masyarakat. Sebagian lahan pertanian yang sebelumnya menjadi ruang produksi masyarakat beralih fungsi menjadi kawasan industri. Berkurangnya lahan pertanian tidak hanya memengaruhi aktivitas pertanian, tetapi juga mengurangi ruang kehidupan masyarakat yang selama ini memiliki kedekatan dengan sawah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Perubahan tersebut paling dirasakan oleh buruh tani yang kehidupannya sangat bergantung pada sektor pertanian. Menyusutnya lahan pertanian membuat kesempatan kerja di bidang pertanian semakin terbatas. Masyarakat yang sebelumnya memiliki pola pekerjaan yang relatif jelas melalui aktivitas pertanian mulai menghadapi kondisi pekerjaan yang tidak selalu tetap. Sebagian masyarakat menjalani pekerjaan harian dan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sebagian lainnya berusaha mencari sumber penghasilan dari sektor di luar pertanian. Penelitian ini juga menemukan adanya perubahan dalam kondisi ekonomi masyarakat. Sebagian warga memutuskan menjual lahan pertanian untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, seperti biaya pendidikan, biaya pengobatan, perbaikan rumah, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Penjualan lahan menjadi salah satu cara yang dipilih masyarakat untuk memperoleh sumber dana dalam waktu singkat. Akan tetapi, hasil penjualan lahan tidak selalu mampu memberikan kestabilan ekonomi dalam jangka panjang sehingga masyarakat tetap perlu mencari sumber penghasilan lain untuk mempertahankan kehidupan keluarga. Perkembangan kawasan industri turut mengubah kehidupan sosial masyarakat petani Desa Ngrowo, sebelum kawasan industri berkembang area persawahan menjadi ruang kehidupan bagi masyarakat petani disana yang biasa mempertemukan mereka untuk menjalani aktivitas sehari-hari seperti mengolah lahan, menanam hingga panen. Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat kesempatan masyarakat untuk berinteraksi menjadi terbatas. Perubahan tersebut dirasakan masyarakat petani yang sehari-hari berlangsung setelah berkembangnya kawasan industri. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa dampak industrialisasi dirasakan secara berbeda oleh setiap kelompok masyarakat. Buruh tani menjadi kelompok yang paling rentan karena kehidupan mereka sangat bergantung pada keberadaan lahan pertanian. Di sisi lain, masyarakat yang menjual lahan juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan kondisi ekonomi keluarga setelah kehilangan salah satu sumber penghidupan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa industrialisasi di Desa Ngrowo tidak hanya membawa pembangunan, tetapi juga menimbulkan berbagai ketidakpastian bagi masyarakat petani. Berkurangnya lahan pertanian, perubahan pekerjaan, tantangan ekonomi, dan perubahan kehidupan sosial menunjukkan bahwa modernisasi menghadirkan konsekuensi yang nyata bagi masyarakat desa. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Nurina Adi Paramitha, S.Sos., M.Sos. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11806 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Petani | |
| dc.subject | Kehidupan Sosial | |
| dc.subject | Industri | |
| dc.subject | TECHNOLOGY::Industrial engineering and economy | |
| dc.subject | Masyarakat Risiko | |
| dc.subject | CSR | |
| dc.title | Perubahan Kehidupan Masyarakat Petani di Tengah Perkembangan Industri PT. Motasa Indonesia di Desa Ngrowo Kabupaten Mojokerto | |
| dc.type | Other |
