Perubahan Kehidupan Masyarakat Petani di Tengah Perkembangan Industri PT. Motasa Indonesia di Desa Ngrowo Kabupaten Mojokerto
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Perkembangan kawasan industri di Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal,
Kabupaten Mojokerto membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat yang selama
ini bergantung pada sektor pertanian. Beralihnya sebagian lahan pertanian menjadi
kawasan industri tidak hanya memengaruhi aktivitas pertanian, tetapi juga
memengaruhi pekerjaan, kondisi ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat desa.
Perubahan tersebut menjadi perhatian penting karena sebagian masyarakat Desa
Ngrowo masih menjadikan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perubahan yang
dirasakan di kehidupan masyarakat petani terkait dengan adanya industri PT. Motasa
Indonesia di Desa Ngrowo. Untuk memahami perubahan yang dialami masyarakat,
penelitian ini menggunakan teori masyarakat risiko (risk society) Ulrich Beck. Teori
tersebut menjelaskan bahwa modernisasi dan industrialisasi tidak hanya menghasilkan
kemajuan pembangunan, tetapi juga melahirkan berbagai bentuk risiko dan
ketidakpastian yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap buruh tani,
masyarakat yang menjual lahan pertanian, kelompok tani, dan perangkat desa.
Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan
triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkembangnya aktivitas industri di Desa
Ngrowo membawa perubahan terhadap kondisi pertanian masyarakat. Sebagian lahan
pertanian yang sebelumnya menjadi ruang produksi masyarakat beralih fungsi menjadi
kawasan industri. Berkurangnya lahan pertanian tidak hanya memengaruhi aktivitas
pertanian, tetapi juga mengurangi ruang kehidupan masyarakat yang selama ini
memiliki kedekatan dengan sawah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Perubahan tersebut paling dirasakan oleh buruh tani yang kehidupannya sangat
bergantung pada sektor pertanian. Menyusutnya lahan pertanian membuat kesempatan
kerja di bidang pertanian semakin terbatas. Masyarakat yang sebelumnya memiliki
pola pekerjaan yang relatif jelas melalui aktivitas pertanian mulai menghadapi kondisi
pekerjaan yang tidak selalu tetap. Sebagian masyarakat menjalani pekerjaan harian dan
pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sebagian lainnya
berusaha mencari sumber penghasilan dari sektor di luar pertanian.
Penelitian ini juga menemukan adanya perubahan dalam kondisi ekonomi
masyarakat. Sebagian warga memutuskan menjual lahan pertanian untuk memenuhi
berbagai kebutuhan keluarga, seperti biaya pendidikan, biaya pengobatan, perbaikan
rumah, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Penjualan lahan menjadi salah satu cara
yang dipilih masyarakat untuk memperoleh sumber dana dalam waktu singkat. Akan
tetapi, hasil penjualan lahan tidak selalu mampu memberikan kestabilan ekonomi
dalam jangka panjang sehingga masyarakat tetap perlu mencari sumber penghasilan
lain untuk mempertahankan kehidupan keluarga.
Perkembangan kawasan industri turut mengubah kehidupan sosial masyarakat
petani Desa Ngrowo, sebelum kawasan industri berkembang area persawahan menjadi
ruang kehidupan bagi masyarakat petani disana yang biasa mempertemukan mereka
untuk menjalani aktivitas sehari-hari seperti mengolah lahan, menanam hingga panen.
Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat kesempatan masyarakat untuk
berinteraksi menjadi terbatas. Perubahan tersebut dirasakan masyarakat petani yang
sehari-hari berlangsung setelah berkembangnya kawasan industri.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa dampak industrialisasi dirasakan
secara berbeda oleh setiap kelompok masyarakat. Buruh tani menjadi kelompok yang
paling rentan karena kehidupan mereka sangat bergantung pada keberadaan lahan
pertanian. Di sisi lain, masyarakat yang menjual lahan juga menghadapi tantangan
dalam mempertahankan kondisi ekonomi keluarga setelah kehilangan salah satu
sumber penghidupan yang dimiliki.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa industrialisasi di Desa
Ngrowo tidak hanya membawa pembangunan, tetapi juga menimbulkan berbagai
ketidakpastian bagi masyarakat petani. Berkurangnya lahan pertanian, perubahan
pekerjaan, tantangan ekonomi, dan perubahan kehidupan sosial menunjukkan bahwa
modernisasi menghadirkan konsekuensi yang nyata bagi masyarakat desa.
Description
Validasi file repositori 22 Juli 2026_Firli
