Pengaruh Jenis Pelarut Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Kopi Robusta Menggunakan Metode Taguchi
| dc.contributor.author | Nur Diana Kholidah | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-26T01:34:09Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-07 | |
| dc.description | Dosen Pembimbing Yeni Maulidah Muflihah, S.Si, M.Si. Ph.D Dosen Anggota Asnawati, S.Si., M.Si | |
| dc.description.abstract | Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menghambat pembentukan dan penyebaran radikal bebas yang dapat merusak sel – sel dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan cara mengkelat ion logam, peredaman O2- untuk mencegah pembentukan peroksida serta memutus reaksi berantai auto oksidatif. Senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan diantaranya yaitu senyawa golongan fenolik, flavonoid, tannin, karotenoid dan antosianin. Kandungan senyawa bioaktif akan sebanding dengan aktivitas antioksidannya. Senyawa bioaktif yang tinggi menyebabkan kapasitas transfer elektron akan semakin tinggi, sehingga aktivitas antioksidan dan antibakterinya akan meningkat. Kopi merupakan salah satu sumber antioksidan alami yang mengandung senyawa bioaktif seperti asam klorogenat, asam galat dan asam kafeat yang termasuk golongan senyawa fenolik serta kafein dan trigonelin yang termasuk golongan alkaloid. Senyawa – senyawa tersebut merupakan senyawa utama dalam kopi yang memiliki aktivitas antioksidan. Metode ekstraksi yang dapat digunakan untuk mengekstrak senyawa – senyawa tersebut salah satunya adalah metode maserasi. Maserasi merupakan metode ekstraksi konvensional tanpa panas sehingga dapat meminimalkan kerusakan senyawa akibat suhu tinggi. Jenis pelarut dan lama waktu ekstraksi merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis pelarut dan waktu ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total dari kopi robusta menggunakan metode Taguchi. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut metanol, etanol dan etil asetat yang memiliki tingkat kepolaran berbeda. Ekstraksi maserasi didasarkan pada kemampuan pelarut untuk menembus dinding tanaman dan melarutkan senyawa di dalamnya, sehingga kesesuaian sifat kepolaran antara pelarut dan senyawa bioaktif sangat penting. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah 90, 120 dan 150 menit. Waktu ekstraksi yang semakin lama menyebabkan senyawa bioaktif yang terekstrak semakin banyak. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan dua metode, yaitu metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan ABTS (2,2-Azino-bis-ethylbenzthiazoline-6-sulphonic acid) yang didasarkan pada peredaman radikal bebas oleh antioksidan. Aktivitas antioksidan memiliki keterkaitan dengan kandungan senyawa fenolik yang di tentukan menggunakan metode folin-ciocalteu. Hasil uji aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total menunjukkan bahwa semakin polar pelarut dan semakin lama waktu ekstraksi, maka kandungan fenolik dan aktivtas antioksidan dalam kopi robusta semakin meningkat. Berdasarkan nilai konstanta dielektriknya tingkat kepolaran pelarut yang paling besar adalah metanol > etanol > etil asetat. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak metanol pada waktu ekstraksi 150 menit dengan % inhibisi sebesar 94,046 ± 0,94% untuk uji DPPH dan 67,868 ± 0,56% untuk uji ABTS dengan kandungan fenolik sebesar 13,177 ± 0,40 mg GAE/g sampel. Aktivitas antioksidan paling rendah diperoleh dari ekstrak etil asetat pada waktu ekstraksi 90 menit dengan % inhibisi sebesar 20,296 ± 0,45% untuk uji DPPH dan 6,704 ± 0,35% untuk uji ABTS dengan kandungan fenolik sebesar 0,239 ± 0,01 mg GAE/g sampel. Senyawa bioaktif dalam kopi bersifat polar, sehingga semakin polar pelarut semakin banyak senyawa yang terekstrak sesuai dengan prinsip “like dissolve like”. Waktu ekstraksi yang semakin meningkat menyebabkan ekstraksi senyawa bioaktif dalam kopi akan semakin maksimal karena kontak antara pelarut dengan bahan akan semakin lama. Berdasarkan hasil optimasi metode Taguchi kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan tertinggi dengan ekstraksi maserasi dapat diperoleh menggunakan pelarut metanol dan waktu ekstraksi selama 150 menit. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/180 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Antioksidan | |
| dc.subject | Pelarut | |
| dc.subject | Kopi Robusta | |
| dc.subject | Metode Taguchi | |
| dc.title | Pengaruh Jenis Pelarut Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Kopi Robusta Menggunakan Metode Taguchi | |
| dc.type | Other |
