Pengaruh Jenis Pelarut Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Kopi Robusta Menggunakan Metode Taguchi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menghambat pembentukan dan
penyebaran radikal bebas yang dapat merusak sel – sel dalam tubuh. Antioksidan
bekerja dengan cara mengkelat ion logam, peredaman O2- untuk mencegah
pembentukan peroksida serta memutus reaksi berantai auto oksidatif. Senyawa
bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan diantaranya yaitu senyawa
golongan fenolik, flavonoid, tannin, karotenoid dan antosianin. Kandungan
senyawa bioaktif akan sebanding dengan aktivitas antioksidannya. Senyawa
bioaktif yang tinggi menyebabkan kapasitas transfer elektron akan semakin tinggi,
sehingga aktivitas antioksidan dan antibakterinya akan meningkat. Kopi merupakan
salah satu sumber antioksidan alami yang mengandung senyawa bioaktif seperti
asam klorogenat, asam galat dan asam kafeat yang termasuk golongan senyawa
fenolik serta kafein dan trigonelin yang termasuk golongan alkaloid. Senyawa –
senyawa tersebut merupakan senyawa utama dalam kopi yang memiliki aktivitas
antioksidan. Metode ekstraksi yang dapat digunakan untuk mengekstrak senyawa –
senyawa tersebut salah satunya adalah metode maserasi. Maserasi merupakan
metode ekstraksi konvensional tanpa panas sehingga dapat meminimalkan
kerusakan senyawa akibat suhu tinggi. Jenis pelarut dan lama waktu ekstraksi
merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan ekstraksi.
Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis pelarut dan waktu
ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total dari kopi
robusta menggunakan metode Taguchi.
Proses ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut metanol, etanol dan etil
asetat yang memiliki tingkat kepolaran berbeda. Ekstraksi maserasi didasarkan pada kemampuan pelarut untuk menembus dinding tanaman dan melarutkan
senyawa di dalamnya, sehingga kesesuaian sifat kepolaran antara pelarut dan
senyawa bioaktif sangat penting. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah 90,
120 dan 150 menit. Waktu ekstraksi yang semakin lama menyebabkan senyawa
bioaktif yang terekstrak semakin banyak. Penentuan aktivitas antioksidan
dilakukan dengan dua metode, yaitu metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
dan ABTS (2,2-Azino-bis-ethylbenzthiazoline-6-sulphonic acid) yang didasarkan
pada peredaman radikal bebas oleh antioksidan. Aktivitas antioksidan memiliki
keterkaitan dengan kandungan senyawa fenolik yang di tentukan menggunakan
metode folin-ciocalteu.
Hasil uji aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total menunjukkan
bahwa semakin polar pelarut dan semakin lama waktu ekstraksi, maka kandungan
fenolik dan aktivtas antioksidan dalam kopi robusta semakin meningkat.
Berdasarkan nilai konstanta dielektriknya tingkat kepolaran pelarut yang paling
besar adalah metanol > etanol > etil asetat. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh
dari ekstrak metanol pada waktu ekstraksi 150 menit dengan % inhibisi sebesar
94,046 ± 0,94% untuk uji DPPH dan 67,868 ± 0,56% untuk uji ABTS dengan
kandungan fenolik sebesar 13,177 ± 0,40 mg GAE/g sampel. Aktivitas antioksidan
paling rendah diperoleh dari ekstrak etil asetat pada waktu ekstraksi 90 menit
dengan % inhibisi sebesar 20,296 ± 0,45% untuk uji DPPH dan 6,704 ± 0,35%
untuk uji ABTS dengan kandungan fenolik sebesar 0,239 ± 0,01 mg GAE/g sampel.
Senyawa bioaktif dalam kopi bersifat polar, sehingga semakin polar pelarut
semakin banyak senyawa yang terekstrak sesuai dengan prinsip “like dissolve like”.
Waktu ekstraksi yang semakin meningkat menyebabkan ekstraksi senyawa bioaktif
dalam kopi akan semakin maksimal karena kontak antara pelarut dengan bahan
akan semakin lama. Berdasarkan hasil optimasi metode Taguchi kandungan fenolik
total dan aktivitas antioksidan tertinggi dengan ekstraksi maserasi dapat diperoleh
menggunakan pelarut metanol dan waktu ekstraksi selama 150 menit.
Description
Dosen Pembimbing
Yeni Maulidah Muflihah, S.Si, M.Si. Ph.D
Dosen Anggota
Asnawati, S.Si., M.Si
