Pengaruh Model Pembelajaran Brain-Based Learning Berbantuan Augmented Reality pada Materi Sistem Pernapasan terhadap Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa SMA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran abad ke-21 tidak hanya berpusat pada penyebaran
pengetahuan semata namun keterampilan dan sikap pada pembelajaran abad ke-21
juga diperlukan bagi siswa untuk menghadapi dunia digital. Keterampilan tersebut
dikenal dengan 4C yang terdiri dari critical thinking, collaboration,
communication, dan creativity skill. Keterampilan kolaborasi adalah salah satu
keterampilan pada abad ke-21 yang harus dimiliki siswa agar mereka dapat bersaing
di dunia global. Majunya era globalisasi dan berkembangnya teknologi mendorong
manusia untuk bekerja sama, sehingga keterampilan kolaborasi menjadi penting
dan diperlukan oleh siswa.
Brain-Based Learning merupakan model pembelajaran yang mengacu pada
cara kerja otak yang dirancang secara alami untuk belajar. Model pembelajaran ini
menekankan pada student center dengan menciptakan lingkungan belajar yang
menyenangkan, kondusif, aktif, dan nyaman sehingga dapat memperngaruhi
keterampilan kolaborasi dan hasil belajar siswa. Media pembelajaran tambahan
yang dapat menciptakan terjalinnya sebuah interaksi yang aktif antara siswa dan
materi pembelajaran, serta mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam
memahami konsep secara mendalam yaitu augmented reality. Augmented reality
merupakan suatu media pembelajaran yang menggabungkan gambar 3D dengan
memanipulasi elemen virtual di layar, seperti memperbesar dan memutar objek
360˚ untuk memahami konsep materi dengan lebih baik. Media augmented reality
dapat menarik perhatian dan meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil
belajar siswa. Dengan menggunakan media ini akan membuat suasana
pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh model Brain-Based Learning berbantuan
Augmented Reality pada materi sistem pernapasan terhadap keterampilan
kolaborasi dan hasil belajar siswa SMA.
Penelitian dilaksanakan di kelas XI SMAN 3 Jember pada semester ganjil
Tahun Ajaran 2023/2024. Terdapat 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas
eksperimen kelas XI-2 dan kelas XI-1 sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian ini
termasuk kuantitatif kuasi eksperimental. Metode pengumpulan data menggunakan
ANAKOVA untuk hasil belajar ranah kognitif sedangkan keterampilan kolaborasi,
hasil belajar ranah afektif, dan ranah psikomotorik menggunakan uji independent
sample t-Test. Uji ANAKOVA dan uji independent sample t-Test dibantu dengan
menggunakan SPSS 25.0.
Hasil keterampilan kolaborasi siswa pada kelas eksperimen yaitu sebesar
82,06 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 73,96. Berdasarkan hasil analisis
menggunakan uji t-tes diperoleh signifikansi sebesar 0,001<0,05. Hasil belajar kognitif dengan menggunakan uji ANAKOVA diperoleh nilai signifikansi sebesar
0,000 <0,05 pada nilai post-test dengan rata-rata yang lebih tinggi yakni sebesar
81,36±5,35 pada kelas eksperimen dibandingkan pada kelas kontrol yakni sebesar
68,56±6,70. Rata-rata hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik menggunakan
uji t-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 <0,05 pada kelas ekperimen lebih
tinggi dari pada kelas kontrol berturut-turut sebesar 80,32±11,30 dan 75,23±11,35
pada hasil belajar ranah afektif, sedangkan pada hasil belajar ranah psikomotorik
nilai rata-rata yang didapat sebesar 81,94±8,81 pada kelas eksperimen dan pada
kelas kontrol sebesar 73,44±8,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada
hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik.
Penerapan model Brain-Based Learning dapat meningkatkan efektivitas
pembelajaran dengan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif,
dan bermakna, sehingga siswa lebih mudah memahami, mengingat, dan dapat
menerapkan materi secara optimal. Penggunaan media augmented reality dalam
pembelajaran dapat meningkatkan ketertarikan dan menciptakan keterampilan
kolaborasi siswa melalui diskusi terutama pada kelas eksperimen dibuktikan
dengan antusiasme dan nilai yang lebih tinggi dalam bekerja sama, gotong royong,
dan saling menghargai pada saat mengerjakan LKPD. Sehingga suasana di dalam
kelas eksperimen menjadi lebih antusias, interaktif, aktif, dan menyenangkan
dibandingkan dengan kelas kontrol. Keadaan kelas yang lebih menyenangkan dan
menarik akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Berdasarkan data
dan hasil observasi tersebut maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang
signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada keterampilan kolaborasi
dan hasil belajar siswa.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026 maya/mita
