Literasi Keuangan Digital pada Womenpreneur di Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Peran perempuan dalam bidang ekonomi telah mengalami perubahan yang
signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Perempuan semakin terlibat aktif dalam
mengembangkan perekonomian.. Di Indonesia, peran perempuan di bidang
ekonomi sebagai pengusaha dan mengembangkan bisnis sendiri jumlahnya terus
mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha
Kecil dan Menengah (2022) sebanyak 64,5% persen dari total seluruh UMKM di
Indonesia atau sekitar 37 juta UMKM dimiliki oleh perempuan dengan berbagai
kegiatannya mencakup 60 persen dari PDB Indonesia dan diproyeksi pada tahun
2025 memiliki total nilai sebesar USD 35 miliar. Data tersebut menggambarkan
perempuan di Indonesia khusunya womenpreneur memiliki peran yang strategis
terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun di tengah kemajuan pengusaha-pengusaha
perempuan, data mengenai pengelolaan keuangan belum berpihak pada perempuan.
Di Indonesia, akses perempuan kepada keuangan lebih rendah daripada laki-laki,
meskipun dalam hal pembuatan akun perbankan sudah diberikan kemudahan,
namun dalam hal literasi keuangan indeks perempuan berada 4 persen di bawah
laki-laki (Otoritas Jasa Keuangan, 2021). Sehingga dalam Strategi Nasional Literasi
Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025 perempuan menjadi salah satu sasaran
prioritas peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan. Berdasarkan latar
belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1)
Bagaimana tingkat pemahaman literasi keuangan digital pada womenpreneur di
Kabupaten Banyuwangi?; 2) Bagaimana praktik literasi keuangan digital pada
womenpreneur di Kabupaten Banyuwangi?
Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method yaitu kuantitatif
deskriptif dan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah model yang
dikembangkan oleh Creswell yakni concurrent triangulation strategy. Concurrent triangulation adalah model penelitian yang menggabungkan antara kuantitatif dan
kualitatif secara seimbang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki
pemahaman yang cukup baik tentang etika digital dengan 46.7% berada dalam
kategori Sufficient Literate, meskipun terdapat kelompok yang masih kurang
memahami aspek ini. Pada aspek budaya digital, sebagian besar responden berada
dalam kategori Sufficient Literate (36.7%) dan Less Literate (33.3%), menunjukkan
kebutuhan signifikan untuk peningkatan pemahaman tentang budaya digital. Safety
digital menunjukkan hasil yang lebih positif dengan mayoritas responden (60%)
memiliki literasi yang sangat baik, meskipun masih ada 26.7% yang memerlukan
edukasi lebih lanjut.
Digital Literacy Financial (DFL) memperlihatkan bahwa sebagian besar
responden berada dalam kategori Well Literate (50%) dan Sufficient Literate
(46.7%), menunjukkan pemahaman yang baik tentang produk dan layanan
keuangan digital. Hanya satu responden yang masuk dalam kategori Less Literate,
menandakan bahwa secara umum, literasi keuangan digital di kalangan
womenpreneur di Banyuwangi cukup tinggi. Secara keseluruhan, hasil penelitian
ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk peningkatan literasi di beberapa area
spesifik, terutama budaya digital dan keamanan digital, untuk membantu pengusaha
perempuan lebih efektif dalam menggunakan teknologi digital dan mengatasi
berbagai tantangan yang muncul.
Description
Reupload file repository 19 februari 2026_Maya/Mita
