Penerapan Modeling Based Learning untuk Mengembangkan Penguasaan Konsep Siswa SMP pada Materi Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Perpindahan kalor secara konduksi merupakan materi IPA yang masih sulit
dipahami siswa karena melibatkan proses perpindahan energi pada tingkat partikel
yang tidak dapat diamati secara langsung. Siswa umumnya hanya memahami gejala
yang tampak, tetapi belum mampu menjelaskan mekanisme perpindahan kalor
secara ilmiah. Modeling Based Learning memberikan kesempatan kepada siswa
untuk membangun, merevisi, dan menggunakan model dalam menjelaskan
fenomena ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep konduksi
yang dimiliki siswa selama penerapan Modeling Based Learning serta
mengidentifikasi perubahan konsep siswa sebelum dan sesudah pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pakusari pada semester ganjil
tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas VII A.
Data dikumpulkan melalui LKPD, observasi, wawancara semi-terstruktur, pretest,
dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk
mengidentifikasi konsep siswa selama pembelajaran dan membandingkan hasil
pretest serta posttest untuk mengidentifikasi perubahan konsep siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep konduksi siswa berkembang
selama penerapan Modeling Based Learning. Konsep yang muncul meliputi
perpindahan kalor pada benda padat, perpindahan kalor dari suhu tinggi ke suhu
rendah, serta perpindahan energi melalui getaran dan tumbukan antarpartikel tanpa
perpindahan partikel bendanya. Hasil observasi dan wawancara mendukung
temuan tersebut. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan jumlah
jawaban benar pada seluruh butir soal sehingga mengindikasikan adanya perubahan
konsep siswa ke arah yang lebih ilmiah. Penerapan Modeling Based Learning
Perpindahan kalor secara konduksi merupakan materi IPA yang masih sulit
dipahami siswa karena melibatkan proses perpindahan energi pada tingkat partikel
yang tidak dapat diamati secara langsung. Siswa umumnya hanya memahami gejala
yang tampak, tetapi belum mampu menjelaskan mekanisme perpindahan kalor
secara ilmiah. Modeling Based Learning memberikan kesempatan kepada siswa
untuk membangun, merevisi, dan menggunakan model dalam menjelaskan
fenomena ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep konduksi
yang dimiliki siswa selama penerapan Modeling Based Learning serta
mengidentifikasi perubahan konsep siswa sebelum dan sesudah pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pakusari pada semester ganjil
tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas VII A.
Data dikumpulkan melalui LKPD, observasi, wawancara semi-terstruktur, pretest,
dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk
mengidentifikasi konsep siswa selama pembelajaran dan membandingkan hasil
pretest serta posttest untuk mengidentifikasi perubahan konsep siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep konduksi siswa berkembang
selama penerapan Modeling Based Learning. Konsep yang muncul meliputi
perpindahan kalor pada benda padat, perpindahan kalor dari suhu tinggi ke suhu
rendah, serta perpindahan energi melalui getaran dan tumbukan antarpartikel tanpa
perpindahan partikel bendanya. Hasil observasi dan wawancara mendukung
temuan tersebut. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan jumlah
jawaban benar pada seluruh butir soal sehingga mengindikasikan adanya perubahan
konsep siswa ke arah yang lebih ilmiah. Penerapan Modeling Based Learning.
Description
Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly
