Implementasi Terapi Walking Exercise Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kunir

dc.contributor.authorPutri Anggraini
dc.date.accessioned2026-04-07T01:03:45Z
dc.date.issued2025-07-01
dc.descriptionreeapload 2026 Rudi h
dc.description.abstractDiabetes mellitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin atau resistensi terhadap insulin. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi serius akibat kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke jaringan perifer menurun dan memicu masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif. Implementasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan terapi walking exercise. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi terapi walking exercise pada pasien diabetes mellitus dengan risiko perfusi perifer tidak efektif di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kunir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 1 orang yaitu Ny. S yang terdiagnosis DM tipe 2, terdaftar sebagai pasien di UPTD Puskesmas Kunir, bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kunir, mengalami masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif, dengan faktor risiko hiperglikemia, kadar gula darah sewaktu (GDS) berada dalam rentang 200–300 mg/dL, bersedia berpartisipasi dengan menandatangani informed consent. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kunir selama dua minggu perawatan, yaitu pada tanggal 4-14 Juni 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi walking exercise yang dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu dengan 6 kali pertemuan dapat menurunkan kadar gula darah partisipan dari 250 mg/dL pada kunjungan pertama sebelum dilakukan implementasi menjadi 175 mg/dL setelah implementasi ke 6. Implementasi walking exercise terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh partisipan sebesar 75 mg/dL dan kriteria evaluasi perfusi perifer meningkat. Perawat diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai penerapan walking exercise sebagai pelengkap penatalaksanaan pasien DM tipe 2 guna mendukung optimalisasi proses terapi.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama Ns.Mashuri S.Kep., M.Kep., penguji I Nurul Hayati, S.Kep.,Ns.M.M.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6278
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectDiabetes mellitus tipe 2 (DMT2)
dc.subjectrisiko perfusi perifer tidak efektif
dc.subjectwalking exercise
dc.titleImplementasi Terapi Walking Exercise Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kunir
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Putri Anggraini - 212303101084.pdf
Size:
1.79 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: