Implementasi Terapi Walking Exercise Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kunir
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang ditandai
dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin atau
resistensi terhadap insulin. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol
dapat menimbulkan komplikasi serius akibat kerusakan pembuluh darah yang
menyebabkan aliran darah ke jaringan perifer menurun dan memicu masalah
keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif. Implementasi yang dapat dilakukan
untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan terapi walking exercise. Penelitian
ini dilakukan untuk menganalisis implementasi terapi walking exercise pada pasien
diabetes mellitus dengan risiko perfusi perifer tidak efektif di Wilayah Kerja UPT
Puskesmas Kunir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Partisipan dalam
penelitian ini berjumlah 1 orang yaitu Ny. S yang terdiagnosis DM tipe 2, terdaftar
sebagai pasien di UPTD Puskesmas Kunir, bertempat tinggal di wilayah kerja
Puskesmas Kunir, mengalami masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak
efektif, dengan faktor risiko hiperglikemia, kadar gula darah sewaktu (GDS) berada
dalam rentang 200–300 mg/dL, bersedia berpartisipasi dengan menandatangani
informed consent. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kunir
selama dua minggu perawatan, yaitu pada tanggal 4-14 Juni 2025.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi walking exercise
yang dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu dengan 6 kali pertemuan
dapat menurunkan kadar gula darah partisipan dari 250 mg/dL pada kunjungan
pertama sebelum dilakukan implementasi menjadi 175 mg/dL setelah implementasi
ke 6. Implementasi walking exercise terbukti dapat menurunkan kadar gula darah
dalam tubuh partisipan sebesar 75 mg/dL dan kriteria evaluasi perfusi perifer
meningkat. Perawat diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai penerapan
walking exercise sebagai pelengkap penatalaksanaan pasien DM tipe 2 guna
mendukung optimalisasi proses terapi.
Description
reeapload 2026 Rudi h
