Pengembangan Edible Coating Berbahan Dasar Pati Singkong dan Ekstrak Daun Jambu Biji serta Aplikasinya Pada Telur Ayam Segar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Telur merupakan produk hewani kaya akan zat gizi yang mudah didapatkan
baik di pasar modern atau pasar tradisional. Namun, telur bersifat mudah rusak
akibat perubahan fisik, kimia, maupun mikrobiologis. Oleh karena itu, dibutuhkan
solusi untuk mempertahankan kualitas telur selama penyimpanan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh edible coating pati singkong dengan ekstrak
daun jambu biji sebagai pelarut dalam memperlambat penurunan mutu telur ayam.
Penelitian ini diawali dengan pembuatan bubuk daun jambu biji yang kemudian
diekstraksi untuk memperoleh ekstrak cairnya. Ekstrak tersebut selanjutnya
digunakan dalam pembuatan edible coating berbahan pati singkong yang kemudian
diaplikasikan pada telur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak daun
jambu biji (0, 25, 50%) dan waktu simpan (7, 14, 21, 28 hari). Data dianalisis
menggunakan analisis variansi dua arah (Two Way ANOVA). Pengambilan
keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung terhadap nilai Ftabel pada
taraf signifikansi 99% (α = 0,01) dengan derajat bebas (df) yang disesuaikan untuk
masing-masing faktor dan interaksinya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan pelapisan edible coating
berbahan pati singkong dan ekstrak daun jambu biji berbeda konsentrasi, waktu
simpan, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap susut bobot,
indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit, pH putih telur, pH kuning telur,
dan aroma (Fhitung > Ftabel). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
perlakuan edible coating dengan ekstrak daun jambu dengan konsentrasi 50%
paling baik dalam memperlambat kerusakan telur. Perlakuan ini menghasilkan nilai
susut bobot 1,55%; indeks putih telur 0,09; indeks kuning telur 0,36; haugh unit
79,95; pH putih telur 8,55; dan pH kuning telur 6,42. Hasil uji mutu hedonik dan
hedonik juga mendukung temuan ini. Aroma telur dinilai sangat tidak beraroma
amis/ busuk oleh 30,00% panelis pada uji mutu hedonik, dan sebanyak 40,00%
panelis menyatakan suka dengan aroma telur yang diberi perlakuan tersebut pada
uji hedonik (kesukaan).
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 13 Juli 2026
