Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Kahoot dan Simulasi terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Tersedak pada Remaja di SMPN 14 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kegawatdaruratan adalah kejadian yang membutuhkan tindakan cepat agar
terhindar dari kecacatan dan kematian. Tersedak merupakan salah satu dari
kegawatdaruratan yang membutuhkan pertolongan yang cepat. Terutama pada
anak-anak sampai remaja yang sering terjadi kasus tersedak. Banyak masyarakat
yang salah dalam memberikan pertolongan pertama tersedak. Kesalahan dalam
memberikan pertolongan pertama tersedak dapat membahayakan korban karena
benda yang masuk ke dalam pernapasan akan semakin parah. Hal ini yang membuat
pengetahuan pertama tersedak sangat penting oleh masyarakat terutama remaja
yang menjadi generasi emas agar dapat meningkatkan pengetahuan di sekitarnya
yaitu memberi pengaruh pada teman sebayanya dan di bawahnya. Kemudian,
bentuk dari pendidikan kesehatan yang diberikan juga memberikan pengaruh
seperti kahoot dan simulasi yang membuat remaja ikut aktif. Sehingga, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode
kahoot dan simulasi terhadap pengetahuan pertolongan pertama tersedak pada
remaja di SMPN 14 Jember.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain
penelitian quasi experiment (nonequivalent control group design). Teknik sampel
ini menggunakan teknik sampling probability yaitu stratified random sampling
yaitu sebanyak 74 sampel dari 287 populasi di SMPN 14 Jember. Penelitian ini
menggunakan kuesioner yang telah di modifikasi yaitu kuesioner pengetahuan
tersedak pada penelitian “Knowledge And Attitude Of Primary School Teachers
Regarding Choking's First Aid In Erbil City-Kurdistan Region-Iraq” (Hasan &
Mustafa, 2016) dan pengetahuan Heimlich manuver pada penelitian “Gambaran
Pengetahuan Perawat Tentang Training Heimlich manuver Di Ruangan IGD Rumah
Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2018 (Waruwu, 2018)”. Sehingga, kuesioner tersebut terdapat 25 Pertanyaan dan dilakukan uji validitas dan realibilitas yaitu
terdapat 23 pertanyaan valid dan Cronbach alpha reablilty 0,720. Kemudian,
penelitian ini terdapat analisis univariat untuk mengetahui karakteristik responden,
pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Sedangkan, uji bivariat
menggunakan uji wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 kelompok yaitu kelompok
perlakuan dan kontrol. Terdapat 37 laki-laki dan 37 perempuan dengan usia 13
tahun sebanyak 34 responden, 14 tahun sebanyak 11 responden dan 15 tahun
sebanyak 29 tahun yang berasal dari kelas 7 dan kelas 8 dan semua responden
beragama islam. Kemudian, sebelum diberikan intervensi kelompok perlakuan dan
kontrol memiliki pengetahuan kurang yaitu masing-masing sebanyak 27 responden.
Perbendaan intervensi yang diberikan pada kelompok hanya pada simulasi yang
diberikan kepada kelompok perlakuan dan kahoot diberikan kepada kedua
kelompok tersebut. Setelah diberikan intervensi, tingkat pengetahuan kelompok
perlakuan memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden dan kelompok
kontrol dengan pengetahuan cukup sebanyak 27 responden. Analisis dengan uji
wilcoxon yang menunjukkan sig (2-tailed) 0.001 yang menunjukkan terdapat
pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode kahoot dan simulasi terhadap
pengetahuan pertolongan pertama tersedak pada remaja di SMPN 14 Jember.
Penggabungan kahoot dan simulasi memberikan efek yang baik. Materi
pertolongan pertama tersedak dengan menggunakan kahoot dapat dipraktikkan
dengan adanya simulasi. Hal ini, akan membuat remaja siap dalam melakukan
pertolongan pertama dan dapat menjadi pengaruh terhadap teman sebayanya.
Description
Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Rudy K/Lia
