Pengembangan E – Modul Terintegrasi Kearifan Lokal Jamu Madura melalui Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Ekoliterasi pada Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Ekoliterasi merupakan upaya strategis dalam pendidikan untuk
menumbuhkan sikap dan perilaku siswa yang selaras, harmonis, dan bertanggung
jawab terhadap lingkungan. Sayangnya, kesadaran siswa terhadap pentingnya
ekoliterasi di tingkat SMP masih rendah. Hal ini diperburuk oleh kurangnya integrasi
nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran sains yang seharusnya mampu
mengaitkan konsep ekologi dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk kearifan
lokal yang potensial untuk mendukung pembelajaran berbasis ekoliterasi adalah
jamu Madura. Jamu tidak hanya mengandung nilai budaya dan pengobatan
tradisional, tetapi juga mencerminkan prinsip-prinsip ekologis. Namun, hingga kini,
pemanfaatannya dalam pembelajaran IPA masih sangat terbatas dan belum dikemas
dalam media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Di sisi lain, media
pembelajaran yang digunakan di sekolah umumnya masih bersifat konvensional dan
kurang mengakomodasi kebutuhan serta minat belajar siswa. Media pembelajaran
yang tidak kontekstual sering kali membuat siswa kesulitan menghubungkan materi
pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. E-modul hadir sebagai salah satu solusi yang
inovatif, karena bersifat fleksibel, interaktif, dan mampu menyajikan materi
pembelajaran dalam konteks yang lebih dekat dengan realitas kehidupan siswa.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan
keefektifan e-modul terintegrasi kearifan lokal jamu Madura dalam meningkatkan
kemampuan ekoliterasi siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan Research
and Development (R&D) dengan model 4D: Define, Design, Develop, dan
Disseminate. E-modul dikembangkan dengan mengintegrasikan materi IPA tentang
unsur, senyawa, dan campuran dalam konteks budaya jamu Madura. Subjek
penelitian adalah siswa kelas VIII semester genap di SMPN 1 Tamanan, SMPN 2Tamanan, dan SMPN 3 Satu Atap Tamanan. Validasi dilakukan oleh ahli dari
Program Magister Pendidikan IPA Universitas Jember, sementara uji kepraktisan dan
keefektifan dilakukan di ketiga sekolah tersebut. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis untuk menilai aspek kevalidan,
kepraktisan, dan keefektifan e-modul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki
tingkat kevalidan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 91,37%. Aspek
kepraktisan juga memperoleh penilaian sangat baik, dengan persentase sebesar
92,5% pada uji coba terbatas dan 95% pada skala kelas. Hal ini menunjukkan bahwa
e-modul mudah digunakan oleh guru dan siswa serta sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran di kelas. Dari aspek keefektifan, nilai N-gain yang diperoleh sebesar
0,5 pada uji coba terbatas dan 0,58 pada uji skala kelas, yang keduanya termasuk
dalam kategori sedang. Nilai ini mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan
kognitif siswa setelah menggunakan e-modul. Selain peningkatan pengetahuan,
aspek sikap terhadap lingkungan juga menunjukkan skor tinggi, yaitu 92,39% pada
uji coba terbatas dan 90,55% pada uji skala kelas, sedangkan keterampilan siswa
mencapai 93,12% dan 93,75% secara berturut-turut.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul terintegrasi
kearifan lokal jamu Madura memiliki tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan
yang sangat baik dalam meningkatkan kemampuan ekoliterasi siswa. Peningkatan
terlihat menyeluruh pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, yang
merupakan tiga domain utama dalam pengembangan ekoliterasi. Dengan demikian,
e-modul ini terbukti menjadi media pembelajaran yang layak untuk digunakan dalam
pembelajaran IPA kontekstual berbasis kearifan lokal. Temuan ini menegaskan
bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam bahan ajar digital dapat menjadi
solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains. Selain itu,
pendekatan ini juga berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran dan
kepedulian siswa terhadap lingkungan secara kontekstual dan bermakna.
Pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal seperti ini layak untuk
dikembangkan lebih lanjut di berbagai konteks daerah lainnya.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 12
