Analisis Kelayakan Teknis dan Ekonomi Proyek Rekonstruksi Pasar Induk Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pasar Induk Banyuwangi merupakan pasar rakyat kelas 1 yang berdiri sejak
tahun 1981 dan memiliki peran penting sebagai pusat perdagangan grosir dan
eceran komoditas kebutuhan pokok di tengah kota Banyuwangi. Pasar ini berdiri di
atas lahan seluas 10.600 m² dengan total 821 unit ruang, namun menghadapi
berbagai permasalahan seperti akses jalan sempit, keterbatasan lahan parkir, serta
penurunan aktivitas akibat pergeseran pola belanja pasca pandemi Covid-19.
Sebagai upaya revitalisasi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama
Kementerian PUPR melaksanakan proyek rekonstruksi pasar yang mencakup
perbaikan infrastruktur, manajemen pengelolaan, serta pengembangan komunitas
pedagang. Proyek ini tidak hanya bertujuan menjadikan pasar lebih efisien dan
nyaman, tetapi juga mengangkat nilai historis dan budaya lokal dengan
mempertahankan fasad bangunan peninggalan Belanda serta menerapkan desain
arsitektur Osing pada bangunan baru, sehingga Pasar Induk Banyuwangi
diharapkan menjadi ikon ekonomi sekaligus destinasi wisata budaya di daerah
tersebut.
Peningkatan infrastruktur dan fasilitas Pasar Induk Banyuwangi bertujuan
menciptakan pasar yang efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,
namun pelaksanaannya memerlukan kajian kelayakan yang matang agar proyek
berjalan optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji aspek teknis dan
ekonomi dalam proyek rekonstruksi, merujuk pada studi Widhiawati (2023) tentang
revitalisasi Pasar Ubud. Aspek teknis yang ditinjau meliputi KDB, KLB, KDH,
bentuk bangunan ideal, penataan kios dan los, aksesibilitas, serta kelengkapan
fasilitas berdasarkan SNI Pasar Rakyat. Sementara aspek ekonomi dianalisis
melalui parameter NPV, IRR, BCR, PP, dan sensitivitas terhadap harga retribusi
pasca rekonstruksi, mengingat penambahan fasilitas akan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan desain pasar yang
tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga layak secara ekonomi dan
berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi lokal.
Hasil analisis menunjukkan secara teknis, proyek memenuhi ketentuan KDB
39,12 % (<60%) KDH hanya 22,75% (>20%). dan KLB 1,5 (<1,8), serta memenuhi
12 indikator teknis pasar rakyat. Pada aspek ekonomi, analisis menggunakan Net
Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan
Payback Period (PP). Hasilnya menunjukkan proyek tidak layak secara ekonomi
karena NPV sebesar – Rp127.971.715.510,63 , IRR –9.12%, BCR 0,1071, dan PP
selama 46 tahun 5 bulan, yang melebihi umur ekonomis bangunan. Analisis
sensitivitas terhadap peningkatan pendapatan hingga 840% menunjukkan proyek
baru menjadi layak secara matematis, namun tidak realistis untuk diterapkan karena
akan membebani pedagang dan bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.
Sebaliknya, dari aspek operasional, proyek dinyatakan layak karena pendapatan
retribusi tahunan dapat menutupi seluruh biaya operasional dan pemeliharaan pasar.
Description
Reupload Repository 2 Februari 2026_Hasim/Firdiana
