Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Gagal Pengobatan Pasien TB MDR di RSD dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Adzraa Aqiilaha Tsabitania | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T02:16:40Z | |
| dc.date.issued | 2024-10 | |
| dc.description | Reaploud Repository February_agus | |
| dc.description.abstract | Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dengan TB-Multi Drug Resistant (TB-MDR) menjadi tantangan utama dalam pengendalian TB akibat resistensi terhadap obat lini pertama. Pengobatan TB-MDR membutuhkan waktu lebih lama, menggunakan obat yang lebih mahal, dan memiliki efek samping yang lebih serius, namun tingkat keberhasilan pengobatan masih rendah, hanya sekitar 54%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko dengan kejadian gagal pengobatan pada pasien TB-MDR di RSD dr. Soebandi Jember, serta memahami prevalensi serta karakteristik pasien. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Poli Paru Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Jember, pada April hingga Mei 2024. Populasi penelitian meliputi semua pasien TB-MDR yang menjalani pengobatan di RSD dr. Soebandi dalam periode 2018-2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dari data sekunder berupa rekam medis pasien, dengan minimal jumlah sampel 116 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, jarak tempat tinggal, kepatuhan pengobatan, efek samping obat, serta kejadian tidak diharapkan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian gagal pengobatan. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan aplikasi SPSS secara prosedur bivariat dan multivariat menggunakan chi-square dan uji regresi logistik. Penelitian ini dilakukan di Poli Paru RSD dr. Soebandi Jember dari April hingga Mei 2024, dengan jumlah sampel sebanyak 141 pasien TB-MDR. Hasil analisis bivariat menunjukkan signifikansi pada variabel usia (p=0,002) dan kepatuhan minum obat (p<0,001). Odds Ratio (OR) untuk usia >60 tahun adalah 5,650, menunjukkan bahwa pasien tersebut memiliki kemungkinan kegagalan pengobatan 5,65 kali lipat dibandingkan yang berusia <60 tahun. Selain itu, OR untuk kepatuhan pengobatan adalah 36,900, menandakan bahwa pasien yang tidak patuh terhadap pengobatan memiliki kemungkinan kegagalan 36,9 kali lipat. Penelitian ini membuktikan bahwa faktor risiko yang berpengaruh pada kejadian gagal pengobatan pasien TB-MDR di RSD dr. Soebandi adalah kepatuhan pengobatan dan usia. Faktor risiko yang tidak berpengaruh terhadap kejadian gagal pengobatan pasien TB-MDR di RSD dr. Soebandi Jember adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, jarak tempat tinggal, efek samping obat, dan kejadian tidak diharapkan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : dr. Cholis Abrori, M.Kes., M.Pd.Ked. Dosen Pembimbing Anggota : dr. Arsyzilma Hakiim, M. H., M. Bio. Et. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3637 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Risiko | |
| dc.subject | Gagal Pengobatan | |
| dc.subject | Pasien | |
| dc.subject | TB MDR | |
| dc.title | Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Gagal Pengobatan Pasien TB MDR di RSD dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
