Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Gagal Pengobatan Pasien TB MDR di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis, dengan TB-Multi Drug Resistant (TB-MDR) menjadi
tantangan utama dalam pengendalian TB akibat resistensi terhadap obat lini
pertama. Pengobatan TB-MDR membutuhkan waktu lebih lama, menggunakan
obat yang lebih mahal, dan memiliki efek samping yang lebih serius, namun tingkat
keberhasilan pengobatan masih rendah, hanya sekitar 54%. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko dengan kejadian gagal
pengobatan pada pasien TB-MDR di RSD dr. Soebandi Jember, serta memahami
prevalensi serta karakteristik pasien.
Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross
sectional yang dilakukan di Poli Paru Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Jember,
pada April hingga Mei 2024. Populasi penelitian meliputi semua pasien TB-MDR
yang menjalani pengobatan di RSD dr. Soebandi dalam periode 2018-2023.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dari data sekunder
berupa rekam medis pasien, dengan minimal jumlah sampel 116 sampel yang
memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin,
pekerjaan, tingkat pendidikan, jarak tempat tinggal, kepatuhan pengobatan, efek
samping obat, serta kejadian tidak diharapkan. Variabel terikat dalam penelitian ini
adalah kejadian gagal pengobatan. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan
aplikasi SPSS secara prosedur bivariat dan multivariat menggunakan chi-square
dan uji regresi logistik.
Penelitian ini dilakukan di Poli Paru RSD dr. Soebandi Jember dari April
hingga Mei 2024, dengan jumlah sampel sebanyak 141 pasien TB-MDR. Hasil
analisis bivariat menunjukkan signifikansi pada variabel usia (p=0,002) dan
kepatuhan minum obat (p<0,001). Odds Ratio (OR) untuk usia >60 tahun adalah 5,650, menunjukkan bahwa pasien tersebut memiliki kemungkinan kegagalan
pengobatan 5,65 kali lipat dibandingkan yang berusia <60 tahun. Selain itu, OR
untuk kepatuhan pengobatan adalah 36,900, menandakan bahwa pasien yang tidak
patuh terhadap pengobatan memiliki kemungkinan kegagalan 36,9 kali lipat.
Penelitian ini membuktikan bahwa faktor risiko yang berpengaruh pada kejadian
gagal pengobatan pasien TB-MDR di RSD dr. Soebandi adalah kepatuhan
pengobatan dan usia. Faktor risiko yang tidak berpengaruh terhadap kejadian gagal
pengobatan pasien TB-MDR di RSD dr. Soebandi Jember adalah jenis kelamin,
tingkat pendidikan, pekerjaan, jarak tempat tinggal, efek samping obat, dan
kejadian tidak diharapkan.
Description
Reaploud Repository February_agus
