Asuhan Keperawatan Gangguan Pertukaran Gas (Pneumonia) dengan Terapi NRBM di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Latar belakang: Pneumonia merupakan infeksi akut pada parenkim paru akibat bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan inflamasi dan penumpukan cairan di alveoli sehingga mengganggu pertukaran gas. Kondisi ini menimbulkan gejala sesak napas, penggunaan otot bantu napas, dan penurunan saturasi oksigen. Berdasarkan data RSUD Bangil, terdapat 1.214 kasus pneumonia selama tahun 2025–2026, dengan sebagian besar pasien mengalami gangguan pertukaran gas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada satu pasien pneumonia dengan diagnosis gangguan pertukaran gas. Intervensi yang diberikan berupa terapi oksigen menggunakan Non-Rebreathing Mask (NRBM) selama tiga hari berturut-turut, disertai posisi semi-Fowler, pemantauan pola napas, dan edukasi teknik pernapasan. Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Frekuensi napas menurun dari 26 kali/menit menjadi 22 kali/menit, suara ronki berkurang, saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 98%, dan pasien tampak lebih nyaman. Masalah keperawatan gangguan pertukaran gas dinyatakan teratasi. Kesimpulan: Terapi oksigen menggunakan NRBM efektif sebagai intervensi keperawatan dalam membantu mengatasi gangguan pertukaran gas pada pasien pneumonia dan dapat diterapkan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan pada pasien gangguan sistem pernapasan.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 Agustus 28
