Potensi Serbuk Kayu Mahoni dan Mikroorganisme Lokal Sebagai Bioaktivator dalam Pengomposan terhadap Kualitas Kompos
| dc.contributor.author | Hasan Al Banna | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T03:54:48Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-27 | |
| dc.description | Reupload file repository 19 februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan jumlah timbulan sampah sebesar 34,5 juta ton per tahun dan hanya 67,2% yang dikelola dengan baik. Sampah organik merupakan komposisi sampah terbanyak yaitu terdiri atas 41% sisa makanan dan 14% sisa ranting. Serbuk kayu, yang berasal dari industri kayu lapis, gergajian, dan mebel, juga menjadi masalah karena belum banyak dimanfaatkan, terutama dalam bentuk serbuk gergaji. Pengolahan kayu secara tradisional menghasilkan limbah kayu mencapai 25% dari bahan kayu. Sampah organik dari perkotaan dan limbah serbuk kayu yang belum dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi bahan pengomposan yang potensial. Serbuk kayu mengandung komponen-komponen kimia seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, dan zat ekstraktif. Serbuk kayu menjadi sumber karbon yang diperlukan mikroorganisme untuk mengikat nitrogen bebas, dan jika ketersediaan karbon terbatas (nilai C/N terlalu rendah), senyawa untuk sumber energi yang digunakan mikroorganisme untuk mengikat nitrogen akan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan serbuk kayu dan larutan mikroorganisme lokal (MOL) terhadap kandungan C Organik, N Total, rasio C/N, suhu, pH, dan kelembaban. Larutan MOL dibuat dari limbah bonggol pisang dengan mencampurkan pisang ambon, air kelapa, dan gula jawa, kemudian didiamkan dalam wadah tertutup selama 3 minggu. Proses pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan pengukuran suhu, pH, dan kelembaban setiap 3 hari. Parameter C Organik, N Total, dan rasio C/N diukur setelah 30 hari. Data dianalisis menggunakan regresi linear di aplikasi R Studio untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serbuk gergaji dan MOL terhadap parameter yang diukur. Hasil analisis dibandingkan dengan standar mutu dari Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia (KEPMENTAN RI) Tahun 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak semua sampel memenuhi standar mutu menurut KEPMENTAN RI Tahun 2019. Penambahan serbuk kayu mahoni dalam pengomposan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai N Total, C/N rasio dengan p-value < 0,05 berdasarkan uji regresi linear. Namun, penambahan serbuk kayu tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai C Organik dengan p-value > 0,05. Peningkatan jumlah serbuk kayu menurunkan nilai N Total dan meningkatkan rasio C/N. Penambahan larutan MOL menunjukkan pengaruh signifikan N Total dan C/N rasio dengan p-value < 0,05, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai C Organik dengan p-value > 0,05. Peningkatan jumlah larutan MOL meningkatkan nilai N Total dan menurunkan nilai C/N rasio. Saran yang dapat diberikan adalah melakukan pengujian untuk setiap parameter sebaiknya dilakukan di awal, selama proses, dan pada hasil akhir pengomposan. Penelitian juga perlu dilakukan di tempat dengan suhu, pH, dan kelembaban yang terkontrol agar tidak mempengaruhi proses pengomposan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ir. Audiananti Meganandi Kartini, S.Si., M.T. DPA: Dr. Ir. Yeny Dhokhikah S.T., M.T | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3700 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Composting | |
| dc.subject | C/N ratio | |
| dc.subject | local microorganism | |
| dc.subject | moisture | |
| dc.subject | pH | |
| dc.subject | sawdust | |
| dc.subject | temperature | |
| dc.title | Potensi Serbuk Kayu Mahoni dan Mikroorganisme Lokal Sebagai Bioaktivator dalam Pengomposan terhadap Kualitas Kompos | |
| dc.type | Other |
