Potensi Serbuk Kayu Mahoni dan Mikroorganisme Lokal Sebagai Bioaktivator dalam Pengomposan terhadap Kualitas Kompos
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan
jumlah timbulan sampah sebesar 34,5 juta ton per tahun dan hanya 67,2% yang
dikelola dengan baik. Sampah organik merupakan komposisi sampah terbanyak
yaitu terdiri atas 41% sisa makanan dan 14% sisa ranting. Serbuk kayu, yang berasal
dari industri kayu lapis, gergajian, dan mebel, juga menjadi masalah karena belum
banyak dimanfaatkan, terutama dalam bentuk serbuk gergaji. Pengolahan kayu
secara tradisional menghasilkan limbah kayu mencapai 25% dari bahan kayu.
Sampah organik dari perkotaan dan limbah serbuk kayu yang belum
dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi bahan pengomposan yang potensial.
Serbuk kayu mengandung komponen-komponen kimia seperti selulosa,
hemiselulosa, lignin, dan zat ekstraktif. Serbuk kayu menjadi sumber karbon yang
diperlukan mikroorganisme untuk mengikat nitrogen bebas, dan jika ketersediaan
karbon terbatas (nilai C/N terlalu rendah), senyawa untuk sumber energi yang
digunakan mikroorganisme untuk mengikat nitrogen akan terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan
serbuk kayu dan larutan mikroorganisme lokal (MOL) terhadap kandungan C
Organik, N Total, rasio C/N, suhu, pH, dan kelembaban. Larutan MOL dibuat dari
limbah bonggol pisang dengan mencampurkan pisang ambon, air kelapa, dan gula
jawa, kemudian didiamkan dalam wadah tertutup selama 3 minggu. Proses
pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan pengukuran suhu, pH, dan
kelembaban setiap 3 hari. Parameter C Organik, N Total, dan rasio C/N diukur
setelah 30 hari. Data dianalisis menggunakan regresi linear di aplikasi R Studio
untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serbuk gergaji dan MOL terhadap
parameter yang diukur. Hasil analisis dibandingkan dengan standar mutu dari
Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia (KEPMENTAN RI) Tahun 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak semua sampel memenuhi standar
mutu menurut KEPMENTAN RI Tahun 2019. Penambahan serbuk kayu mahoni
dalam pengomposan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai N Total, C/N rasio
dengan p-value < 0,05 berdasarkan uji regresi linear. Namun, penambahan serbuk
kayu tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai C Organik dengan p-value
> 0,05. Peningkatan jumlah serbuk kayu menurunkan nilai N Total dan
meningkatkan rasio C/N. Penambahan larutan MOL menunjukkan pengaruh
signifikan N Total dan C/N rasio dengan p-value < 0,05, tetapi tidak berpengaruh
signifikan terhadap nilai C Organik dengan p-value > 0,05. Peningkatan jumlah
larutan MOL meningkatkan nilai N Total dan menurunkan nilai C/N rasio. Saran
yang dapat diberikan adalah melakukan pengujian untuk setiap parameter sebaiknya
dilakukan di awal, selama proses, dan pada hasil akhir pengomposan. Penelitian
juga perlu dilakukan di tempat dengan suhu, pH, dan kelembaban yang terkontrol
agar tidak mempengaruhi proses pengomposan.
Description
Reupload file repository 19 februari 2026_Yudi/Rega
