Tindak Tutur Direktif pada Video Iklan Penanggulangan Virus Covid-19 di Media Sosial Youtube dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Teks Persuasi di Kelas viii SMP
| dc.contributor.author | Tiara Putri Hanarastiti | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T03:36:10Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-30 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 4 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Bahasa sebagai alat komunikasi manusia mencakup tindak tutur, termasuk ilokusi yang memiliki lima jenis: asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. Tindak tutur direktif bertujuan meminta tindakan dari pendengar. Selain itu, terdapat berbagai modus tuturan seperti deklaratif, imperatif, dan interogatif. Dalam iklan layanan masyarakat, bahasa digunakan untuk menyampaikan pesan sosial, termasuk isu kesehatan seperti Covid-19. Selama pandemi, pemerintah memanfaatkan YouTube untuk menyebarkan informasi pencegahan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Penelitian ini menggunakan rancangan berbasis teori pragmatik dengan data berupa kata, kalimat, dan gambar dalam video iklan penanggulangan Covid-19 di YouTube. Data dikumpulkan melalui teknik simak, bebas, dan cakap. Data kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, prosedur analisis, kesimpulan, dan verifikasi. Instrumen penelitian mencakup instrumen utama dan pendukung, dengan prosedur penelitian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Penelitian ini menemukan bahwa tindak tutur direktif dalam iklan penanggulangan Covid-19 digunakan untuk memengaruhi tindakan mitra tutur. Bentuknya meliputi: (1) permintaan, seperti ajakan mencuci tangan tanpa kesan paksaan; (2) pertanyaan, untuk memperoleh informasi atau klarifikasi, misalnya tentang kebiasaan mencuci tangan; (3) perintah, berupa instruksi langsung dengan kata seperti wajib untuk mematuhi protokol kesehatan; (4) larangan, dengan kata jangan, seperti larangan berkumpul saat pandemi; dan (5) nasihat, berupa anjuran edukatif. Penelitian ini membuktikan efektivitas tindak tutur direktif dalam menyampaikan pesan edukatif dan memengaruhi perilaku masyarakat. Modus tuturan dalam iklan penanggulangan Covid-19 mencakup: (1) deklaratif untuk memberikan informasi; (2) optatif untuk harapan atau permohonan; (3) imperatif untuk perintah, larangan, atau instruksi; (4) interogatif untuk meminta informasi atau klarifikasi; (5) obligatif untuk menyatakan keharusan atau kewajiban; dan (6) desideratif untuk menyampaikan keinginan atau harapan persuasif. Pemanfaatan tindak tutur direktif dan modus tuturan ini sesuai dengan KD 4.14 dalam Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia kelas VIII, yaitu menyajikan teks persuasi secara lisan maupun tertulis. Hasil penelitian ini disarankan untuk dijadikan bahan diskusi oleh mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam mata kuliah Pragmatik. Kajian tindak tutur direktif diharapkan dapat dikembangkan lebih mendalam oleh peneliti selanjutnya, sementara guru Bahasa Indonesia dianjurkan memanfaatkannya sebagai sumber belajar materi teks persuasi untuk kelas VIII SMP/MTs. Selain itu, penelitian ini juga disarankan untuk digunakan sebagai bahan diskusi dalam perkuliahan oleh pengajar pragmatik. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Anita Widjajanti, S.S., M.Hum DPA : Ahmad Syukron, S.Pd., M.Pd | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1480 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Teks Persuasi | |
| dc.subject | Covid- 19 | |
| dc.title | Tindak Tutur Direktif pada Video Iklan Penanggulangan Virus Covid-19 di Media Sosial Youtube dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Teks Persuasi di Kelas viii SMP | |
| dc.type | Other |
