Faktor Risiko Kejadian Stroke Iskemik Berulang pada Pasien Rawat Inap di RSD dr. Soebandi Jember

dc.contributor.authorKusnul Amalia
dc.date.accessioned2026-02-09T04:15:29Z
dc.date.issued2025-03-29
dc.descriptionReupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi
dc.description.abstractStroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, dengan stroke iskemik mendominasi sekitar 62% dari seluruh kasus. Stroke iskemik berulang, yang terjadi minimal 21 hari setelah serangan pertama dan dikonfirmasi melalui CT scan atau MRI kepala, ditandai dengan memburuknya atau munculnya gejala neurologis baru. Individu yang pernah mengalami stroke berisiko sembilan kali lebih tinggi untuk mengalami serangan berulang, terutama dalam bulan pertama setelah kejadian awal. Faktor risiko terbagi menjadi dua, yakni faktor yang tidak dapat diubah seperti usia dan jenis kelamin, serta faktor yang dapat diubah seperti hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, dan kebiasaan merokok. Upaya pengendalian faktor yang dapat dimodifikasi menjadi kunci untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stroke iskemik berulang pada pasien rawat inap di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 1 Februari-31 April 2025 menggunakan 106 data rekam medis pasien stroke iskemik berulang periode 1 Januari-31 Desember 2024 dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 106 pasien, sebanyak 41 pasien (38,7%) mengalami stroke iskemik berulang. Sebagian besar pasien yang mengalami kekambuhan berusia lansia ≥60 tahun (75,6%), dengan jenis kelamin perempuan (51,2%). Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi (78%), disusul dislipidemia (73,2%), diabetes melitus (70,7%), dan kebiasaan merokok (48,4%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik (p < 0,05) antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian stroke iskemik berulang. Hasil analisis multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diteliti, hanya diabetes melitus dan dislipidemia yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian stroke iskemik berulang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia lansia, jenis kelamin laki- laki, riwayat hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, dan kebiasaan merokok memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stroke iskemik berulang. Faktor yang paling dominan berdasarkan analisis bivariat dan multivariat adalah diabetes melitus, diikuti oleh dislipidemia, hipertensi, merokok, dan jenis kelamin. Hal ini menegaskan pentingnya pengendalian faktor risiko dalam pencegahan kekambuhan stroke iskemik.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr.dr. Muhammad Ihwan Narwanto, M.Sc DPA: dr. Ayu Munawaroh Aziz M.Biomed.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2287
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectStroke Iskemik Berulang
dc.subjectFaktor Risiko
dc.titleFaktor Risiko Kejadian Stroke Iskemik Berulang pada Pasien Rawat Inap di RSD dr. Soebandi Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Kusnul Amalia - 182010101150.pdf
Size:
5.19 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: