Faktor Risiko Kejadian Stroke Iskemik Berulang pada Pasien Rawat Inap di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia,
dengan stroke iskemik mendominasi sekitar 62% dari seluruh kasus. Stroke iskemik
berulang, yang terjadi minimal 21 hari setelah serangan pertama dan dikonfirmasi
melalui CT scan atau MRI kepala, ditandai dengan memburuknya atau munculnya
gejala neurologis baru. Individu yang pernah mengalami stroke berisiko sembilan
kali lebih tinggi untuk mengalami serangan berulang, terutama dalam bulan
pertama setelah kejadian awal. Faktor risiko terbagi menjadi dua, yakni faktor yang
tidak dapat diubah seperti usia dan jenis kelamin, serta faktor yang dapat diubah
seperti hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, dan kebiasaan merokok. Upaya
pengendalian faktor yang dapat dimodifikasi menjadi kunci untuk mencegah
kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi
terhadap kejadian stroke iskemik berulang pada pasien rawat inap di RSD dr.
Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional
dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 1 Februari-31 April 2025
menggunakan 106 data rekam medis pasien stroke iskemik berulang periode 1
Januari-31 Desember 2024 dengan teknik total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 106 pasien, sebanyak 41 pasien
(38,7%) mengalami stroke iskemik berulang. Sebagian besar pasien yang
mengalami kekambuhan berusia lansia ≥60 tahun (75,6%), dengan jenis kelamin
perempuan (51,2%). Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi
(78%), disusul dislipidemia (73,2%), diabetes melitus (70,7%), dan kebiasaan
merokok (48,4%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan
adanya hubungan yang bermakna secara statistik (p < 0,05) antara faktor-faktor
tersebut dengan kejadian stroke iskemik berulang. Hasil analisis multivariat regresi
logistik menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diteliti, hanya diabetes
melitus dan dislipidemia yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian
stroke iskemik berulang.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia lansia, jenis kelamin laki-
laki, riwayat hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, dan kebiasaan merokok
memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stroke iskemik berulang. Faktor
yang paling dominan berdasarkan analisis bivariat dan multivariat adalah diabetes
melitus, diikuti oleh dislipidemia, hipertensi, merokok, dan jenis kelamin. Hal ini
menegaskan pentingnya pengendalian faktor risiko dalam pencegahan kekambuhan
stroke iskemik.
Description
Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi
