Hubungan Work-Life Balance dengan Kejadian Burnout Perawat di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Perawat sebagai tenaga kesehatan garda terdepan memiliki peran penting
dalam memberikan asuhan keperawatan yang meliputi proses anamnesa, diagnosis,
perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi keperawatan. Seiring meningkatnya
jumlah pasien serta kompleksitas kondisi kesehatan yang ditangani, beban kerja
perawat juga mengalami peningkatan signifikan. Beban kerja yang tinggi tersebut
tidak hanya mengganggu produktivitas kerja, melainkan juga menggangu
keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi yang berpotensi
memicu burnout pada perawat. Tingkat burnout yang tinggi pada perawat
berhubungan dengan rendahnya work-life balance, karena kondisi tersebut
menguras energi emosional dan psikologis, sehingga work-life balance tidak hanya
dipandang sebagai faktor risiko ketika tidak tercapai, melainkan juga strategi
intervensi yang penting untuk mencegah timbulnya burnout dan memperkuat
ketahanan psikologis.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan
work-life balance dengan kejadian burnout pada perawat ruang rawat inap di
Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember yang dilaksanakan pada 26
Januari - 25 Februari 2026. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
korelasional dengan studi cross-sectional teknik pengambilan sampel
menggunakan total sampling dengan sampel penelitian berjumlah 62 perawat
sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner work-life
balance (Work-Life Balance) dan burnout (Maslach-Trisni Burnout Inventory (MTBI). Analisis data menggunakan analisa univariat untuk menggambarkan
distribusi frekuensi karakteristik responden, serta analisa bivariat untuk menganalis
hubungan antara variabel menggunakan uji Spearman-Rho. Hasil penelitian diketahui karakteristik perawat di Rumah Sakit Tk. III
Baladhika Husada paling banyak perawat pada kelompok usia 25-44 tahun
sebanyak 54 perawat (87,1%), Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden
berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 38 orang (61,3%). Pendidikan terakhir
sebagian besar adalah S1 Ners yaitu sebanyak 49 orang (79,0%). Kemudian,
mayoritas responden berstatus menikah sebanyak 51 orang (82,3%), serta memiliki
masa kerja 1-5 tahun sebanyak 29 orang (46,8%). Analisis Work-Life Balance
perawat memiliki nilai median 63,00 dengan nilai maksimum 79,00 dan minimum
40,00 dan Burnout perawat memiliki nilai median 33,50 dengan nilai maksimum
74,00 dan minimum 9,00. Berdasarkan analisa bivariat didapatkan hubungan antar
variabel dengan p-value 0,000 dengan taraf signifikansi 0,01 sehingga p <0,05,
yang bermakna terdapat hubungan antara work-life balance dengan burnout
perawat. Nilai correlation coefficient -0,440, ini mengindikasikan adanya
hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan hubungan sedang dan
berlawanan arah.
Bedasarkan hasil tersebut, terdapat beberapa faktor terjadinya burnout pada
perawat salah satunya tuntutan pekerjaan yang bisa memeengaruhi keseimbangan
dalam membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan demikian,
work-life balance dinilai menjadi pelindung untuk mengurangi hingga mencegah
terjadinya burnout, ketika mempunyai work-life balance yang baik, perawat akan
lebih mampu mengelola kondisi emosional, mental, dan fisiknya sehingga dapat
bekerja secara optimal dan produktif.
Description
Validasi file repositori 18 Juni 2026_Magang SP (Ulum)_Firli
