Faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Anak (0-14 Tahun) di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember

dc.contributor.authorKharisma Novia Ardana
dc.date.accessioned2026-02-05T04:38:54Z
dc.date.issued2025-07-07
dc.descriptionReupload Repository 5 Februari 2026_Hasim
dc.description.abstractTuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang dapat menyerang anak dan mengganggu pertumbuhan, termasuk risiko stunting. Di Kabupaten Jember, kasus TBC anak meningkat dari 2022 ke 2023, dengan Kecamatan Kaliwates sebagai wilayah urban dengan angka tertinggi akibat kepadatan penduduk. Anak dengan riwayat kontak berisiko mengalami Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) yang dapat berkembang menjadi tuberkulosis aktif. Meskipun program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) telah dijalankan, capaian di salah satu puskesmas Kaliwates tahun 2024 masih 0% karena penolakan orang tua. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tidak diterimanya TPT oleh anak usia 0–14 tahun di Kecamatan Kaliwates. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Kecamatan Kaliwates, mencakup Puskesmas Kaliwates, Jember Kidul, dan Mangli. Populasinya adalah 58 orang tua/wali anak usia 0–14 tahun yang serumah dengan pasien tuberkulosis, diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah di uji kevalidan dan reliabilitasnya, serta pemetaan lokasi menggunakan Google Maps. Pengolahan data melalui tahap editing, coding, scoring, dan tabulating kemudian dianalisis menggunakan crosstab dan uji chi-square, disajikan dalam tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan 34 anak tidak menerima TPT di Kecamatan Kaliwates. Sebagian besar responden perempuan (67,2%), usia dewasa madya (51,7%), berpendidikan tinggi (58,6%), tidak bekerja (58,6%), dengan tingkat pengetahuan (55,2%) dan paparan informasi (60,3%) kurang, serta 41,4% berjarak >2 km dari puskesmas. Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara penerimaan TPT dengan usia (p=0,004; PR=1,95; CI=1,18–3,22), pendidikan (p=0,008; PR=1,80; CI=1,16–2,76), pengetahuan (p < 0,001; PR=2,64; CI=1,45–4,81), dan paparan informasi (p < 0,001; PR=3,81; CI=1,73–8,40). Sedangkan jenis kelamin (p=0,518; PR=0,86; CI=0,52–1,40), status pekerjaan (p=0,614; PR=1,12; CI=0,73–1,72), dan jarak puskesmas (p=0,113; PR=0,71; CI=0,46–1,08) tidak berhubungan signifikan. Penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada anak usia 0–14 tahun masih rendah, hal tersebut berhubungan dengan usia, pendidikan, pengetahuan, dan paparan informasi, sementara jenis kelamin, pekerjaan, dan jarak ke puskesmas tidak berhubungan. Penelitian terbatas oleh teknik pengambilan sampel total sampling dan pengaruh keputusan keluarga. Puskesmas perlu melakukan monitoring pasien putus obat, mengembangkan program edukasi keluarga seperti “Keluarga Sadar TPT,” serta menyediakan checklist dan grup WhatsApp untuk pengingat. Masyarakat diharapkan mematuhi arahan kesehatan dan aktif mencari serta berbagi informasi. Peneliti berikutnya dianjurkan menambah variabel dan memperluas populasi studi.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Irma Prasetyowati, S.KM, M.Kes. DPA: Dr. dr. Chandra Bumi, M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1765
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectTerapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)
dc.subjectTuberkulosis (TBC)
dc.titleFaktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Anak (0-14 Tahun) di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
KHARISMA NOVIA ARDANA - 212110101135.pdf
Size:
5.13 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: