Strategi Bertahan Hidup Buruh Tani (Studi Kasus di Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Skripsi ini membahas mengenai strategi bertahan hidup buruh tani Di Desa
Purwodadi Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Petani di Indonesia
mayoritas masuk golongan petani kecil yang di dalamnya termasuk juga buruh
tani. Buruh tani adalah seseorang yang bekerja di lahan milik orang lain untuk
mendapatkan hasil atau upah dari pemilik lahan. Pekerjaan yang dilakukan buruh
tani adalah seperti mengolah, membersihkan dan memanen lahan atau kebun di
mana buruh tani bekerja. Jika dilihat dari kepemilikan lahan, buruh tani
merupakan status yang sangat rendah. Keterbatasan dalam kepemilikan lahan
menyebabkan penghasilan buruh tani tidak menentu sehingga memaksa mereka
untuk hidup apa adanya bahkan serba kekurangan. Dalam hal ini dapat dilihat
bahwasanya buruh petani adalah penyumbang terbesar angka kemiskinan di
pedesaan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling atau dengan
kriteria tertentu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap empat
buruh tani sebagai informan primer, serta tiga informan sekunder yaitu istri dari
buruh tani analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi
data, menyajikan data, pengambilan kesimpilan. Keabsahan data dilakukan
dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori mekanisme survival
dari James C scott.
Hasil dari penelitian menunjukan beberapa strategi yang dilakukanoleh buruh
tani di Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi antara lain
adalah Alternatif Subsistensi dengan mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh
serabutan, buruh bangunan, tukang dan buruh ternak. Sedangkan anggota keluarga.
khususnya istri buruh tani ikut membantu memenuhi ekonomi keluarga
dengan bekerja di warung, membantu bekerja menjadi buruh tani, ngasak, buruh
bersih-bersih dan buruh ternak. Menggunakan relasi atau jaringan sosial
dimanfaatkan oleh buruh tani untuk mendapatkan pekerjaan, meminjam kepada
kesaudara, ataupun pemilik lahan saat keadaan mendesak dan sangat-sangat
membutuhkan uang, serta menggadai barang berharga. Mengikat sabuk lebih
kencang, buruh tani hidup dengan cara hidup sederhana, berhemat dalam
berbelanja, irit dan tidak boros, memanfaatkan hasil kebun sendiri, memilah-milah
undangan dari relasi.
Description
Validasi file repositori 09 Juli 2026_Firli
