Hubungan Health Literacy dengan Perilaku Perawatan Kaki pada Petani dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember

dc.contributor.authorDian Ayu Febriyanti
dc.date.accessioned2026-02-10T07:30:22Z
dc.date.issued2024-06-14
dc.descriptionReupload file repository 10 Februari 2026_Arif/Halima
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara agraris dimana kebanyakan penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Petani berisiko menderita Diabetes Melitus akibat paparan pestisida. Petani berisiko mengalami berbagai komplikasi salah satunya masalah kaki diabetic, sehingga perilaku perawatan kaki menjadi kunci dalam penatalaksanaan diabetes. Pemahaman terkait perawatan kaki merupakan awal dari kepatuhan seseorang dalam menjalankan perawatan kaki. Health literacy adalah kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi layanan dalam membuat keputusan terkait kesehatannya. Health literacy ini akan memberikan pemahaman terkait diabetes dan meningkatkan perawatan diabetes, sementara seorang pasien DM dengan health literacy yang rendah dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan diabetes, efikasi diri, perilaku perawatan diri yang buruk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan health literacy dengan perilaku perawatan kaki pada petani dengan DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 107 responden dengan kriteria inklusi penelitian ini adalah petani dengan DM Tipe 2, berusia lebih dari 18 tahun, berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Penelitian ini pengumpulan datanya menggunakan kuesioner Health Literacy Survey Europe 16 Questionnaire (HLS-EU-16Q) dan Nottingham Assesment of Fungtional Footcare (NAFF). Analisis statistic dengan Kendal Tau C dengan tingkat signifikan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden petani dengan DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember memiliki health literacy bermasalah (40,2%) dan perilaku perawatan kaki kurang (69,2%). Hasil analisa data menggunakan uji Kendal Tau C yang menunjukkan nilai p value 0,000Indonesia merupakan negara agraris dimana kebanyakan penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Petani berisiko menderita Diabetes Melitus akibat paparan pestisida. Petani berisiko mengalami berbagai komplikasi salah satunya masalah kaki diabetic, sehingga perilaku perawatan kaki menjadi kunci dalam penatalaksanaan diabetes. Pemahaman terkait perawatan kaki merupakan awal dari kepatuhan seseorang dalam menjalankan perawatan kaki. Health literacy adalah kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi layanan dalam membuat keputusan terkait kesehatannya. Health literacy ini akan memberikan pemahaman terkait diabetes dan meningkatkan perawatan diabetes, sementara seorang pasien DM dengan health literacy yang rendah dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan diabetes, efikasi diri, perilaku perawatan diri yang buruk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan health literacy dengan perilaku perawatan kaki pada petani dengan DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 107 responden dengan kriteria inklusi penelitian ini adalah petani dengan DM Tipe 2, berusia lebih dari 18 tahun, berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Penelitian ini pengumpulan datanya menggunakan kuesioner Health Literacy Survey Europe 16 Questionnaire (HLS-EU-16Q) dan Nottingham Assesment of Fungtional Footcare (NAFF). Analisis statistic dengan Kendal Tau C dengan tingkat signifikan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden petani dengan DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember memiliki health literacy bermasalah (40,2%) dan perilaku perawatan kaki kurang (69,2%). Hasil analisa data menggunakan uji Kendal Tau C yang menunjukkan nilai p value 0,000dengan kekuatan korelasi keduanya adalah r = 0,759 yang berarti memiliki kekuatan yang kuat dan memiliki arah korelasi positif sehingga hubungan antara kedua variabel bersifat searah yang berarti semakin rendah health literacy maka semakin rendah perilaku perawatan kakinya atau semakin rendah health literacy maka semakin kurang perilaku perawatan kakinya. Health literacy yang baik akan berpengaruh pada perilaku perawatan kaki, health literacy yang baik memampukan seseorang untuk menggunakan informasi kesehatan yang tepat dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya khususnya pada penyakit DM terutama dalam melakukan perilaku perawatan kaki. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara health literacy dengan perilaku perawatan kaki pada petani dengan DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Sebagai tenaga kesehatan, perawat diharapkan dapat memberikan edukasi kesehatan untuk meningkatkan health literacy pada petani dengan DM Tipe 2 sehingga perilaku perawatan kaki akan meningkat.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ns. Nur Widayati, S.Kep., MN Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Mulia Hakam, M.Kep., Sp.Kep.MB
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2658
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectHealth literacy
dc.subjectPerilaku Perawatan Kaki pada Petani
dc.subjectDiabetes Melitus Tipe 2
dc.titleHubungan Health Literacy dengan Perilaku Perawatan Kaki pada Petani dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Dian Ayu Febriyanti - 202310101053.pdf
Size:
2.39 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: