Hubungan Health Literacy dengan Perilaku Perawatan Kaki pada Petani dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris dimana kebanyakan penduduk bermata
pencaharian sebagai petani. Petani berisiko menderita Diabetes Melitus akibat
paparan pestisida. Petani berisiko mengalami berbagai komplikasi salah satunya
masalah kaki diabetic, sehingga perilaku perawatan kaki menjadi kunci dalam
penatalaksanaan diabetes. Pemahaman terkait perawatan kaki merupakan awal dari
kepatuhan seseorang dalam menjalankan perawatan kaki. Health literacy adalah
kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan
informasi layanan dalam membuat keputusan terkait kesehatannya. Health literacy
ini akan memberikan pemahaman terkait diabetes dan meningkatkan perawatan
diabetes, sementara seorang pasien DM dengan health literacy yang rendah
dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan diabetes, efikasi diri, perilaku perawatan
diri yang buruk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan health literacy
dengan perilaku perawatan kaki pada petani dengan DM Tipe 2 di wilayah kerja
Puskesmas Panti Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik
purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 107 responden dengan kriteria
inklusi penelitian ini adalah petani dengan DM Tipe 2, berusia lebih dari 18 tahun,
berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Penelitian ini
pengumpulan datanya menggunakan kuesioner Health Literacy Survey Europe 16
Questionnaire (HLS-EU-16Q) dan Nottingham Assesment of Fungtional Footcare
(NAFF). Analisis statistic dengan Kendal Tau C dengan tingkat signifikan p < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden petani dengan
DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember memiliki health
literacy bermasalah (40,2%) dan perilaku perawatan kaki kurang (69,2%). Hasil
analisa data menggunakan uji Kendal Tau C yang menunjukkan nilai p value 0,000Indonesia merupakan negara agraris dimana kebanyakan penduduk bermata
pencaharian sebagai petani. Petani berisiko menderita Diabetes Melitus akibat
paparan pestisida. Petani berisiko mengalami berbagai komplikasi salah satunya
masalah kaki diabetic, sehingga perilaku perawatan kaki menjadi kunci dalam
penatalaksanaan diabetes. Pemahaman terkait perawatan kaki merupakan awal dari
kepatuhan seseorang dalam menjalankan perawatan kaki. Health literacy adalah
kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan
informasi layanan dalam membuat keputusan terkait kesehatannya. Health literacy
ini akan memberikan pemahaman terkait diabetes dan meningkatkan perawatan
diabetes, sementara seorang pasien DM dengan health literacy yang rendah
dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan diabetes, efikasi diri, perilaku perawatan
diri yang buruk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan health literacy
dengan perilaku perawatan kaki pada petani dengan DM Tipe 2 di wilayah kerja
Puskesmas Panti Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik
purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 107 responden dengan kriteria
inklusi penelitian ini adalah petani dengan DM Tipe 2, berusia lebih dari 18 tahun,
berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Penelitian ini
pengumpulan datanya menggunakan kuesioner Health Literacy Survey Europe 16
Questionnaire (HLS-EU-16Q) dan Nottingham Assesment of Fungtional Footcare
(NAFF). Analisis statistic dengan Kendal Tau C dengan tingkat signifikan p < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden petani dengan
DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember memiliki health
literacy bermasalah (40,2%) dan perilaku perawatan kaki kurang (69,2%). Hasil
analisa data menggunakan uji Kendal Tau C yang menunjukkan nilai p value 0,000dengan kekuatan korelasi keduanya adalah r = 0,759 yang berarti memiliki
kekuatan yang kuat dan memiliki arah korelasi positif sehingga hubungan antara
kedua variabel bersifat searah yang berarti semakin rendah health literacy maka
semakin rendah perilaku perawatan kakinya atau semakin rendah health literacy
maka semakin kurang perilaku perawatan kakinya.
Health literacy yang baik akan berpengaruh pada perilaku perawatan kaki,
health literacy yang baik memampukan seseorang untuk menggunakan informasi
kesehatan yang tepat dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya
khususnya pada penyakit DM terutama dalam melakukan perilaku perawatan kaki.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
health literacy dengan perilaku perawatan kaki pada petani dengan DM Tipe 2 di
Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Sebagai tenaga kesehatan,
perawat diharapkan dapat memberikan edukasi kesehatan untuk meningkatkan
health literacy pada petani dengan DM Tipe 2 sehingga perilaku perawatan kaki
akan meningkat.
Description
Reupload file repository 10 Februari 2026_Arif/Halima
