Pola Maladministrasi di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020-2024: Studi pada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola
maladministrasi di Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2024 dengan dimensi etika
oleh Keban (2014) yang dipilih untuk memahami fenomena maladministrasi dalam
temuan ini, karena praktik maladministrasi pada dasarnya merupakan manifestasi
dari penyimpangan terhadap prinsip-prinsip etika administrasi publik. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri
dari data primer melalui wawancara dan data sekunder berupa laporan tahunan
Ombudsman Republik Indonesia serta dokumen pendukung dari Ombudsman
Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur. Teknik untuk menguji validitas data
dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis
data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana (2014)
yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Ombudsman Republik Indonesia
Perwakilan Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola maladministrasi
di Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2024 membentuk beberapa kecenderungan,
yaitu tren laporan dugaan maladministrasi menunjukkan pola fluktuatif dengan
kecenderungan meningkat pada tahun 2020-2023 akibat pelaksanaan program PVL
OTS dan penurunan pada tahun 2024 karena Survei Kepatuhan Penyelenggaraan
Pelayanan Publik serta pengurangan wilayah pada pelaksanaan PVL OTS.
Fluktuasi laporan juga dipengaruhi oleh tingkat kesadaran dan pengetahuan
masyarakat tentang pelayanan publik serta kemudahan masyarakat untuk
mendapatkan informasi dan pelaporan dugaan maladministrasi; kelompok pelapor
didominasi oleh pelapor perorangan yang disebabkan oleh intensitas kebutuhan
pelayanan dasar yang relatif lebih tinggi. Dominasi pelapor perorangan juga
menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat karena kemudahan akses,
jangkauan, serta pemahaman masyarakat; tren laporan maladministrasi
menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan naik turun yang berbeda
dengan tren laporan dugaan maladministrasi karena proses pemeriksaan laporan;
bentuk maladministrasi didominasi oleh penundaan berlarut pada pelayanan
pengaduan instansi terkait pelayanan pengelolaan pengaduan dan tidak
memberikan pelayanan pada pengelolaan pengaduan terutama oleh Pemerintah
Daerah karena lemahnya penerapan etika administrasi publik pada nilai
akuntabilitas dan profesionalisme, serta; kelompok terlapor didominasi oleh
Pemerintah Daerah karena lemahnya nilai akuntabilitas, profesionalisme dan
integritas aparatur yang juga dipengaruhi oleh intensitas pelayanan yang tinggi dan
tidak diiringi dengan akuntabilitas yang tinggi serta buruknya budaya kerja yang
resisten terhadap perubahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya dalam penguatan
penerapan nilai-nilai etika administrasi publik, penguatan sistem pengawasan
internal, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait hak-hak dalam
penerimaan layanan publik serta peningkatan sumber daya manusia dan sumber
anggaran untuk pelaksanaan program PVL OTS yang lebih efektif.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 25 Juni 2026_Kholif Basri
