Fenomena Anak Pemburu Koin Logam di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali Tahun 2019

dc.contributor.authorAnugrah Satria Pinandita
dc.date.accessioned2026-04-15T01:24:06Z
dc.date.issued2020-07-15
dc.descriptionreupload file repository 15 april 2025 izza/toufik
dc.description.abstractFenomena Anak Pemburu Koin Logam di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali Tahun 2019; Anugrah Satria Pinandita, 180220303006; 2020; 135 halaman; Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Masa anak-anak adalah masa bermain dan belajar. Mengacu pada Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 20 November tahun 1989 disebutkan dan diakui bahwa anak-anak pada hakikatnya berhak untuk memperoleh kehidupan kanak-kanak yang layak dan mereka seyogyanya tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi secara dini. Namun faktanya, tidak semua anak dapat menikmati masa kanak-kanaknya dengan bahagia, bahkan di antaranya terganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Anak anak yang tidak beruntung ini adalah mereka yang baik sebagian atau seluruh waktunya harus mereka habiskan di tempat bekerja sebagai pekerja anak. Salah satu contoh fenomena yang terjadi di lapangan adalah hadirnya sekumpulan anak di sekitar pelabuhan Gilimanuk Bali untuk menghabiskan waktunya disana dengan cara bekerja sekaligus bermain. Sekumpulan anak itu memiliki motif atau alasan yang berbeda-beda dalam menjalankan setiap kegiatannya. Dari kegiatan yang selalu di ulang tiap harinya akan menimbulkan interaksi yang kuat menjadi bentuk pertukaran sosial secara masif baik antar sesama teman sebaya, keluarga, petugas pelabuhan, hingga penumpang kapal. Maka dari itu berdasarkan seklumit ringkasan di atas penulis menentukan rumusan masalah yakni, 1) Bagaimanakah latar belakang munculnya fenomena anak pemburu koin logam di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk Bali? 2) Bagaimanakah pola interaksi anak pemburu koin logam ketika melakukan kegiatan ngelogam di lingkungan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Bali?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana latar belakang munculnya fenomena anak pemburu koin logam di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk Bali dan untuk menganalisis pola interaksi anak pemburu koin logam ketika melakukan kegiatan ngelogam di lingkungan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Bali. Latar belakang munculnya fenomena anak pemburu koin logam ini menggunakan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Marslow. Sedangkan dari pola interaksi anak pemburu koin logam menggunakan teori pertukaran sosial milik Homans dan teori solidaritas Durkheim Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Pelabuhan penyeberangan Gilimanuk Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam ( indepth interview ), observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pencermatan hasil penelitian menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa anak melakukan kegiatan ngelogam tidak lain tidak bukan untuk membantu keluarga mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Adapula anak yang melakukan kegiatan ngelogam ini dalam rangka memenuhi kebutuhan rasa amannya yakni mereka memerlukan perasaan aman untuk dapat berinteraksi dengan orang lain secara bebas serta mereka merasa senang apabila sedang berada di dekat teman temannya. Kebutuhan sosial juga menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena ini dimana seperti kodrat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Selanjutnya anak pemburu koin logam melakukan kegiatan ngelogam sebagai pembuktian kepada keluarga terutama orang tuanya, bahwa mereka telah mampu untuk mencari uang sendiri walaupun masih terbilang berusia kanak-kanak, hal ini sesuai dengan kebutuhan akan penghargaan. Puncak dari latar belakang munculnya fenomena ini adalah aktualisasi diri yakni anak pemburu koin logam mempertahankan eksistensinya dengan cara menyalurkan bakat dan hobinya, salah satunya ada keahlian berenang. Merekan bangga akan keahlian yang dimiliki. Tentunya kebutuhan-kebutuhan di atas yang erat kaitannya dengan latar belakang munculnya anak pemburu koin logam tidak serta merta muncul tanpa adanya interaksi sosial itu sendiri. Pola interaksi atau pertukaran sosial yang terjadi selama adanya fenomena ini merupakan upaya untuk memenuhi tujuan yang hanya dapat diraih melalui interaksi dengan individu lainnya. Walaupun pada awalnya tiap individu tidak saling mengenal, namun dengan saling terkaitnya tujuan masing-masing, mereka dengan suka rela saling melakukan pertukaran sosial untuk mencapai tujuannya, dalam hal ini tujuan tidak dibatasi oleh materi semata namun dapat berupa perasaan senang dan kebanggaan. Hal yang unik lainnya juga anak pemburu koin logam tampakkan ketika hendak berkegiatan. Ritual bercanda, berteriak, dan tertawa mereka lakukan untuk membangun kembali solidaritas sehari sebelumnya. Salam hangat dan riuh ketika para pemburu koin logam bertemu di pelabuhan dan dipersatukan kembali dengan teman-teman mereka menunjukkan solidaritas sudah terjalin cukup tinggi. Temuan dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa fenomena anak pemburu koin logam di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, ternyata juga memiliki nilai pendidikan ke-IPS-an yang bisa dijadikan refrensi dalam suatu kegiatan belajar di sekolah. Misalnya praktik-praktik di lapangan yang di lakukan anak pemburu koin logam memberikan pesan yang sangat besar sebagai pembelajaran tentang pertukaran sosial, kesetiaan, moral, kasih sayang, gotong royong, dan ketekunan.
dc.description.sponsorshipDPU: Prof. Dr. Bambang Soepeno, M.Pd DPA: Dr. Mohamad Na’im, M.Pd
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7100
dc.language.isoother
dc.publisherfakultas keguruan dan ilmu pendidikan
dc.subjectAnak Pemburu Koin Logam
dc.titleFenomena Anak Pemburu Koin Logam di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali Tahun 2019
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ANUGRAH SATRIA PINANDITA - 180220303006.pdf
Size:
2.92 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: