Kompleksitas Kebutuhan Tokoh dalam Novel Sewu Dino: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Kajian dilatarbelakangi oleh keterkatian pemenuhan kebutuhan tokoh-tokoh
dalam novel Sewu Dino karya Simpleman berdasarkan teori psikologi humanistik
Abraham Maslow. Tema secara keseluruhan berkaitan dengan perjuangan tokoh
utama dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan finansial dan rasa aman.
Konflik antara manusia dan makhluk gaib dalam novel menunjukkan pengorbanan
fisik dan batin sehingga memperkuat adanya usaha untuk memenuhi kebutuhan
tertentu. Berdasarkan alasan tersebut, novel Sewu Dino layak dikaji menggunakan
teori psikologi humanistik Abraham Maslow yang mendeskripsikan kebutuhan
masing-masing tokoh.
Tujuan dari kajian ini yaitu mendeskripsikan keterkaitan antarunsur
struktural dan kompleksitas kebutuhan tokoh ditinjau dalam perspektif psikologi
humanistik Abraham Maslow dan pemaknaan terhadap kompleksitas tersebut.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi yaitu pendekatan kualitatif yang
menekankan pada analisis deskriptif. Objek material yang digunakan dalam skripsi
yaitu novel Sewu Dino karya Simpleman. Objek formal yaitu keterkaitan antarunsur
struktural dan kompleksitas kebutuhan tokoh dengan menggunakan teori struktural
dan teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Satuan analisis dalam skripsi
berupa kalimat dan paragraf yang memuat unsur struktural dan aspek psikologi
humanistik masing-masing tokoh.
Hasil analisis struktural menunjukkan keterkaitan antarunsur struktural
tema, penokohan dan perwatakan, konflik, dan latar. Tema mayor yaitu perjuangan
dan pengorbanan tokoh utama Sri Rahayu dalam usahanya untuk memenuhi
kebutuhan finansial, dan rasa aman. Tema mayor diperkuat keeradaanya dengan
adanya tema minoe. Tema minor berkaitan dengan tokoh tambahan yaitu Karsa
Atmojo, Dela Atmojo, dan Dini. Konflik yang terjadi yaitu konflik fisik dan konflik
batin. Konflik fisik dialami oleh tokoh Sri, Karsa, Dela, Dini, Mbah Tamin,
Sengarturih, Erna, dan Sabdo Kuncoro. Konflik batin dialami oleh tokoh Sri dan
Pak Jatmiko. Unsur latar memiliki keterkaitan pada pengembangan alur cerita yaitu
latar tempat yang menunjukkan wilayah Jawa Timur, latar waktu yang
menunjukkan tahun 2000-an, dan latar sosial yang masih memiliki kepercayaan
kuat akan kebudayaan Jawa kuno.
Analisis kompleksitas kebutuhan tokoh sesuai dengan teori Abraham
Maslow menunjukkan usaha pemenuhan kebutuhan masing-masing tokoh. Tokoh
Sri memenuhi lima kebutuhan tersebut secara utuh. Kebutuhan yang paling
dominan ialah pemenuhan rasa aman. Rasa aman dan harga diri mendorong Sri
untuk mencapai tahap aktualisasi diri dengan mengoptimalkan potensi diri yaitu
sikap kerja keras dan dorongan untuk hidup lebih bermartabat. Pemaknaan dari
dominasi kebutuhan rasa aman menunjukkan bahwa individu mampu lepas dari
situasi sosial yang menindas dan tidak aman apabila berusaha dengan maksimal dan
berani melawan. Tokoh Karsa memenuhi kelima kebutuhan secara utuh. Kebutuhan
Karsa yang paling dominan yaitu kebutuhan harga diri. Pemaknaan kebutuhan
harga diri sebagai kebutuhan yang mendominasi ialah individu kelas atas tidak lagi
berjuang untuk bertahan hidup, melainkan berorientasi pada pemeliharaan
martabat, kehormatan, dan otoritas moral. Tokoh Dela mampu memenuhi
kebutuhan secara utuh. Kebutuhan Dela yang dominan yaitu kebutuhan rasa aman.
Pemaknaan kebutuhan rasa aman sebagai kebutuhan yang mendominasi ialah
manusia dapat menumbuhkan sikap moral dan empati secara utuh apabila
kebutuhan dasar, khususnya rasa aman dan cinta, telah terpenuhi. Tokoh Dini hanya
mampu memenuhi empat kebutuhan, hal itu disebabkan tidak terpenuhinya
kebutuhan rasa aman dan harga diri secara utuh yang didasari ketakutan akan tidak
terpenuhinya kebutuhan finansial. Pemaknaan kebutuhan rasa aman sebagai
kebutuhan yang mendominasi ialah individu dapat terjebak dalam suatu sistem
yang menindas apabila lingkungan sosial dan karakter personal tidak mendukung.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Approved by Teddy
