Analisis Fenetik Mikroalga di Sungai Tancak Maesan Lereng yang Timur Argopuro Perhutani KPH Bondowoso
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Mikroalga merupakan kelompok organisme yang bersifat autotrof, mampu
berfotosintesis, dan banyak ditemukan di perairan. Keanekaragaman mikroalga
tercatat berkisar antara 200.000 – 800.000 spesies. Keberadaannya sangat penting
dalam rantai makanan karena berperan sebagai produsen utama. Sungai Tancak
Maesan yang termasuk dalam kawasan Perhutani menjadi salah satu preferensi
habitat mikroalga. Aktivitas wisatawan dan pekerja perkebunan yang
membersihkan tubuh menggunakan sabun di kawasan aliran sungai, serta
pergantian tanaman dapat mempengaruhi keberadaan mikroalga karena berdampak
pada penurunan kualitas air dan populasi mikroalga. Langkah yang diperlukan
adalah inventarisasi mikroalga untuk mengetahui keanekaragaman jenis.
Keanekaragaman mikroalga yang tinggi menghasilkan variasi morfologi, namun
plastisitas bentuk menjadi kendala dalam identifikasi. Oleh karena itu, karakterisasi
morfologi dan anatomi diperlukan untuk memperkuat data dasar identifikasi dan
menganalisis hubungan fenetik antar spesies. Penelitian di bidang analisis fenetik
mikroalga masih terbatas dan perlu dikembangkan lebih lanjut.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis, parameter
abiotik, dan analisis fenetik mikroalga di Sungai Tancak Maesan, dan menghasilkan
book chapter.
Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Tancak Maesan Lereng Yang Timur
Perhutani KPH Bondowoso yang berada di Dusun Dawuhan, Desa Suco Lor,
Kecamatan Mesan, Bondowoso, Jawa Timur. Jenis penelitian menggunakan
deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik purposive
sampling untuk mengumpulkan data langsung di lokasi penelitian. Pengambilan
sampel menggunakan plankton net ukuran 30 µm. Identifikasi dilakukan di
Laboratorium Zoologi, FKIP, Universitas Jember. Mikroalga yang ditemukandilakukan karakterisasi berdasarkan ciri morfologi dan anatomi. Data karakter
dianalisis dengan pendekatan numerik fenetik dan dikonstruksikan dalam bentuk
fenogram menggunakan UPGMA serta indeks similaritas Jaccard dengan bantuan
software MVSP 3.1 dan PFE.
Hasil penelitian ditemukan 11 spesies mikroalga yaitu Cymbella sp., Surirella
sp., Navicula sp., Amphora ovalis, Nitzschia palea, Synedra ulna, Pinnularia sp.,
Rhopalodia gibba, Achnanthes inflata, Spirogyra sp., dan Microspora sp. Rerata
indeks keanekaragaman mikroalga di Sungai Tancak Maesan memiliki nilai dalam
kategori sedang (1 ≤ H’ ≤ 3) yaitu 1,9739. Analisis fenetik menghasilkan fenogram
yang terbentuk dua klaster utama pada koefisien 0,2 yaitu klaster A (Microspora
sp. dan Spirogyra sp.) dan klaster B (Synedra ulna Achnanthes inflata, Navicula
sp., Rhopalodia gibba, Pinnularia sp., Amphora ovalis, Surirella sp., Nitzschia
palea, dan Cymbella sp.). Pada analisis indeks similaritas Jaccard, spesies yang
memiliki kekerabatan paling dekat adalah Achnanthes inflata dan Navicula sp.
dengan 0,833.
Book chapter disusun dari hasil penelitian mengenai mikroalga di Sungai
Tancak Maesan dan analisis fenetiknya. Persentase rerata hasil validasi diperoleh
89,96%, yang mana produk book chapter ini termasuk dalam kategori sangat layak
digunakan untuk pembaca.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
