Hubungan Pemakaian Sepatu sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dengan Kejadian Tinea unguium pada Petani di Desa Lojejer
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Dermatofitosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur dermatofita.
Jamur ini menyerang bagian keratin, seperti kulit, kuku, dan rambut. Dermatofitosis
diklasifikasikan menjadi beberapa menurut lokasi infeksinya. Salah satunya adalah
Tinea unguium yang menginfeksi kuku. Pekerjaan yang melibatkan kontak dengan
lingkungan kotor dan lembap dapat meningkatkan risiko terkena Tinea unguium.
Contohnya adalah petani yang bekerja di sawah yang kontak langsung terhadap
tanah, air, dan lumpur untuk waktu yang lama. Kuku yang sering terpapar tanah
atau lumpur tanpa perlindungan dan jarang dibersihkan dapat memicu pertumbuhan
jamur. Untuk meminimalisir risiko penyakit di tempat kerja, petani disarankan
untuk menggunakan alat pelindung diri (APD). Salah satu APD yang penting bagi
petani adalah sepatu. Kontak langsung dengan tanah dalam durasi yang panjang
serta kurangnya kesadaran dalam penggunaan APD meningkatkan kerentanan
petani terhadap penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan
pemakaian sepatu sebagai APD dengan kejadian Tinea unguium pada petani di Desa
Lojejer.
Jenis penelitian ini adalah analisis observasional dengan desain studi crosssectional.
Pengambilan sampel penelitian dilakukan di Desa Lojejer, Kecamatan
Wuluhan. Setelah itu, sampel dibawa ke Laboratorium Mikrobiologi Fakultas
Kedokteran Universitas Jember untuk dilakukan identifikasi jamur dermatofita.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2024, dengan jumlah
responden sebanyak 98 petani yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data
primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengujian
laboratorium potongan kuku kaki. Analisis laboratorium dilakukan dengan media
sabouraud dextrose agar (SDA) dan pewarnaan menggunakan lactophenol cotton
blue dan cairan NaCl. Analisis statistic dilakukan menggunakan uji Chi-Square.
Apabila data tidak memenuhi persyaratan uji ini, maka digunakan uji Fisher’s
exact.
Mayoritas petani di Desa Lojejer berada dalam rentang usia 35-44 tahun dan
berjenis kelamin laki-laki. Kejadian Tinea unguium ditemukan pada 7 orang (7,1%),
dengan sebagian besar penderita berusia 45-64 tahun (4 orang atau 57,1%) dan
berjenis kelamin laki-laki (6 orang atau 85,7%). Jamur dermatofita yang paling
banyak menginfeksi kuku petani adalah Trichophyton rubrum, sementara sampel
lain menunjukkan keberadaan jamur kontaminan dari golongan Aspergillus sp..
Pada penelitian ini pemakaian sepatu sebagai APD, kebersihan pemakaian sepatu,
dan kebersihan diri tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Ti ne a
unguium (p-value > 0,05).
Description
Reupload file repositori 28 januari 2026_Kurnadi
