Implementasi Fisioterapi Dada Pada Anak Bronkopneumonia Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruang Melati RS Wijaya Kusuma Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Produksi sputum yang meningkat dan ketidakmampuan batuk yang efektif
pada Bronkopneumonia dapat menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif.
Salah satu implementasi yang bisa dilakukan untuk membantu membersihkan
jalan napas pada pasien bronkopneumonia adalah fisioterapi dada. Tujuan tugas
akhir ini yaitu mengidentifikasi intervensi fisioterapi dada pada anak yang
mengalami bersihan jalan napas tidak efektif di Ruang Melati RS Wijaya Kusuma
Lumajang.
Desain penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan adalah An.Z yang
menjalani rawat inap pada tanggal 02 Januari s/d 04 Januari 2025 di Ruang Melati
RS Wijaya Kusuma Lumajang dengan diagnosis bronkopneumonia dalam rekam
medis pasien, kesadaran composmentis, usia 0-2 tahun, memenuhi 80% tanda dan
gejala mayor bersihan jalan napas tidak efektif (batuk tidak efektif,
ketidakmampuan batuk, peningkatan produksi sputum, mengi dan/atau ronchi),
orang tua memberikan persetujuan dengan menandatangani informed consent.
Intervensi yang dilakukan adalah fisioterapi dada dilakukan dengan durasi 10-15
menit per sesi, sebanyak 1x sehari selama 3 hari.
Hasil setelah dilakukan implementasi fisioterapi dada selama 3 hari terdapat
tanda perubahan klinis seperti bersihan jalan napas meningkat ditandai dengan
batuk efektif meningkat, produksi sputum menurun (dari 5 cc di hari pertama, 3 cc
di hari ke dua dan 1 cc di hari ke tiga), tidak ditemukan ronchi pada seluruh
lapang paru, dispnea menurun, frekuensi napas membaik (dari 28 x/menit di hari
pertama, 26 x/menit dihari ke dua dan 24 x/menit di hari ke tiga), pola napas
eupnea (inspirasi dan ekspirasi seimbang). Hasil ini menunjukkan bahwa
fisioterapi dada dapat menjadi intervensi pendukung yang efektif di samping
terapi farmakologis untuk menunjang pemulihan pasien dengan masalah
keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi
bagi penulis selanjutnya, untuk menggabungkan dengan intervensi keperawatan
lain supaya bersihan jalan napas lebih efektif sehingga dapat meningkatkan
tindakan keperawatan fisioterapi dada pada pasien anak dengan bronkopneumonia.
Description
Reupload Repositori File 19 Februari 2026_Kholif Basri
