Uji Sitotoksisitas Ekstrak Nanopartikel Duri Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) terhadap Sel Fibroblas Gingiva
| dc.contributor.author | Maulido Akbar Firzatullah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-23T00:55:42Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-01 | |
| dc.description | Reupload file repositori 19 Februari 2026_ratna/dea | |
| dc.description.abstract | Duri ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan limbah biomaterial mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan penting dalam mendukung kesehatan gigi dan tulang. Potensi ini menjadikan duri ikan gurami sebagai kandidat bahan baku biomaterial yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam bidang kedokteran gigi. Penggunaan bentuk nanopartikel dapat meningkatkan efektivitas senyawa yang terkandung dalam duri ikan gurami. Dengan ukuran partikel yang mampu meningkatkan kelarutan, daya serap, dan penetrasi senyawa aktif ke dalam sel target. Sehingga mampu menjadi langkah strategis dalam pengembangan biomaterial modern yang efisien dan aman untuk aplikasi klinis, khususnya di bidang kedokteran gigi. Ekstrak nanopartikel duri ikan gurami diperoleh melalui proses freeze drying dan ball milling, kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70%. Kultur sel fibroblas gingiva diperoleh dari Laboratorium Kedokteran Biomolekuler CDAST Universitas Jember dan ditanam dalam media DMEM. Uji sitotoksisitas dilakukan secara in vitro menggunakan metode MTT assay dengan perlakuan enam konsentrasi ekstrak (50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 1,5625%) serta kelompok kontrol. Setelah inkubasi, viabilitas sel diukur menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 560 nm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk (normalitas), uji Levene (homogenitas), dan dilanjutkan dengan analisis Welch ANOVA serta uji Post Hoc Games-Howell karena data tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak nanopartikel duri ikan gurami memberikan efek sitotoksik yang berbeda terhadap sel fibroblas gingiva, tergantung pada konsentrasi yang digunakan. Konsentrasi 1,5625% menunjukkan viabilitas tertinggi sebesar 101,4%, yang mengindikasikan sifat non-sitotoksik dan bahkan mendukung proliferasi sel. Konsentrasi 3,125% menghasilkan viabilitas sebesar 52,11%, masih tergolong sitotoksik ringan. Konsentrasi 6,25% dan 12,5% menunjukkan viabilitas masing-masing sebesar 10,32% dan 3,75%, sedangkan konsentrasi 25% dan 50% menunjukkan viabilitas paling rendah, masing-masing sebesar 1,87% dan 8,45%, dan tergolong sangat toksik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak nanopartikel duri ikan gurami bersifat aman (non-sitotoksik) pada konsentrasi 1,5625% dan memiliki potensi besar sebagai bahan aktif dalam produk kedokteran gigi, seperti pasta gigi, gel penyembuh jaringan lunak, atau scaffold regeneratif. Penelitian lanjutan secara in vivo direkomendasikan untuk mengevaluasi keamanan sistemik dan efektivitas terapeutik dalam kondisi biologis nyata. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Prof. Dr. drg. I. D. A. Ratna Dewanti, M.Si. DPA: drg. Erawati Wulandari, M.Kes | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3957 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Duri Ikan Gurami | |
| dc.subject | Nanopartikel | |
| dc.title | Uji Sitotoksisitas Ekstrak Nanopartikel Duri Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) terhadap Sel Fibroblas Gingiva | |
| dc.type | Other |
