Uji Sitotoksisitas Ekstrak Nanopartikel Duri Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) terhadap Sel Fibroblas Gingiva
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Duri ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan limbah
biomaterial mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan
penting dalam mendukung kesehatan gigi dan tulang. Potensi ini
menjadikan duri ikan gurami sebagai kandidat bahan baku biomaterial
yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam bidang kedokteran gigi.
Penggunaan bentuk nanopartikel dapat meningkatkan efektivitas
senyawa yang terkandung dalam duri ikan gurami. Dengan ukuran
partikel yang mampu meningkatkan kelarutan, daya serap, dan penetrasi
senyawa aktif ke dalam sel target. Sehingga mampu menjadi langkah
strategis dalam pengembangan biomaterial modern yang efisien dan
aman untuk aplikasi klinis, khususnya di bidang kedokteran gigi.
Ekstrak nanopartikel duri ikan gurami diperoleh melalui proses
freeze drying dan ball milling, kemudian diekstraksi menggunakan etanol
70%. Kultur sel fibroblas gingiva diperoleh dari Laboratorium
Kedokteran Biomolekuler CDAST Universitas Jember dan ditanam
dalam media DMEM. Uji sitotoksisitas dilakukan secara in vitro
menggunakan metode MTT assay dengan perlakuan enam konsentrasi
ekstrak (50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 1,5625%) serta
kelompok kontrol. Setelah inkubasi, viabilitas sel diukur menggunakan
ELISA reader pada panjang gelombang 560 nm. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk (normalitas), uji Levene
(homogenitas), dan dilanjutkan dengan analisis Welch ANOVA serta uji
Post Hoc Games-Howell karena data tidak homogen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak nanopartikel duri
ikan gurami memberikan efek sitotoksik yang berbeda terhadap sel
fibroblas gingiva, tergantung pada konsentrasi yang digunakan.
Konsentrasi 1,5625% menunjukkan viabilitas tertinggi sebesar 101,4%,
yang mengindikasikan sifat non-sitotoksik dan bahkan mendukung
proliferasi sel. Konsentrasi 3,125% menghasilkan viabilitas sebesar
52,11%, masih tergolong sitotoksik ringan. Konsentrasi 6,25% dan
12,5% menunjukkan viabilitas masing-masing sebesar 10,32% dan
3,75%, sedangkan konsentrasi 25% dan 50% menunjukkan viabilitas
paling rendah, masing-masing sebesar 1,87% dan 8,45%, dan tergolong
sangat toksik.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak
nanopartikel duri ikan gurami bersifat aman (non-sitotoksik) pada
konsentrasi 1,5625% dan memiliki potensi besar sebagai bahan aktif
dalam produk kedokteran gigi, seperti pasta gigi, gel penyembuh jaringan
lunak, atau scaffold regeneratif. Penelitian lanjutan secara in vivo
direkomendasikan untuk mengevaluasi keamanan sistemik dan
efektivitas terapeutik dalam kondisi biologis nyata.
Description
Reupload file repositori 19 Februari 2026_ratna/dea
