Analisis Perencanaan Keuangan Terhadap Utang Pajak Dengan Risiko Pajak Sebagai Variabel Kontrol (Studi Empiris Sektor Barang Konsumen Primer di BEI Tahun 2023)

dc.contributor.authorLeni Launa
dc.date.accessioned2026-02-11T06:48:58Z
dc.date.issued2025-05-26
dc.descriptionReupload file repository 11 februari 2026 maya/mita
dc.description.abstractPajak merupakan sumber pendapatan utama negara yang berperan dalam pembangunan nasional, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sistem perpajakan yang efisien diperlukan untuk membiayai anggaran negara, namun kepatuhan wajib pajak yang tidak optimal sering menjadi tantangan dalam pengelolaan utang pajak. Isu utang pajak semakin relevan bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti kasus perpajakan yang menimpa PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menghadapi kasus perpajakan akibat kekurangan pembayaran pajak penghasilan sebesar Rp239 miliar pada tahun 2020. Kasus ini dapat menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan kewajiban pajak yang berkaitan dengan efektivitas perencanaan keuangan atau strategi pajak perusahaan. Menyikapi hal tersebut, diperlukan adanya penelitian untuk menguji dan menganalisis faktor apa saja yang berpengaruh terhadap utang pajak perusahaan, sehingga mampu meningkatkan strategi pajak perusahaan serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan agar dapat menghindari potensi beban pajak yang besar. Adapun faktor-faktor yang diprediksi mampu berpengaruh terhadap besarnya utang pajak di laporan keuangan yaitu agresivitas pajak, konservatisme akuntansi, perencanaan pajak, dan risiko pajak yang berkedudukan sebagai variabel kontrol. Rumusan masalah yang dihasilkan dalam studi ini yaitu “Bagaimana pengaruh agresivitas pajak, konservatisme akuntansi, dan perencanaan pajak terhadap utang pajak dalam perusahaan sektor barang primer yang terdaftar di BEI tahun 2023?”. Dengan kajian pustaka kemudian menghasilkan tiga hipotesis. Pertama, agresivitas pajak berpengaruh terhadap utang pajak. Kedua, konservatisme akuntansi berpengaruh terhadap utang pajak. Ketiga, perencanaan pajak berpengaruh terhadap utang pajak. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat sebanyak 106 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Pengujian teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda yang diolah dengan menggunakan program IBM SPSS Statistic versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, agresivitas pajak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap utang pajak. Artinya, semakin tinggi besaran utang pajak yang dimiliki oleh perusahaan maka nilai agresivitas pajak yang dilakukan oleh perusahaan semakin rendah. Kedua, konservatisme akuntansi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap utang pajak. Artinya, semakin tinggi besaran utang pajak yang dimiliki oleh perusahaan maka nilai konservatisme akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan semakin rendah. Ketiga, perencanaan pajak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap utang pajak. Artinya, semakin tinggi besaran utang pajak yang dimiliki oleh perusahaan maka nilai perencanaan pajak yang dilakukan oleh perusahaan juga semakin tinggi. Keempat, risiko pajak yang berkedudukan sebagai variabel kontrol berpengaruh negatif signifikan terhadap utang pajak. Artinya, semakin tinggi risiko pajak yang ditanggung perusahaan maka semakin rendah besaran utang pajak yang dimiliki oleh perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa agresivitas pajak tidak selalu berdampak signifikan terhadap utang pajak karena strategi agresif dalam mengatur pajak dilakukan untuk mengurangi jumlah pajak yang dibayar secara legal, bukan untuk menunda pembayaran pajak yang menyebabkan utang. Terlebih lagi, perusahaan di sektor barang konsumen primer cenderung menjaga kepatuhan pajak agar reputasi dan kepercayaan konsumen tetap terjaga. Konservatisme akuntansi juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap utang pajak karena prinsip kehati-hatian dalam pelaporan keuangan keuangan justru membuat pencatatan utang pajak lebih stabil dan sesuai aturan. Perencanaan pajak lebih berorientasi pada efisiensi jangka panjang dan tidak selalu berkolerasi langsung dengan utang pajak karena adanya perbedaan waktu pengakuan. Risiko pajak sebagai variabel kontrol berpengaruh dalam mendorong perusahaan untuk bersikap lebih hati-hati.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Whedy Prasetyo, S.E., M.SA., Ak, DPA: Rochman Effendi, S.E., M.Si., Ak.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2903
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ekonomi dan Bisnis
dc.subjectagresivitas pajak
dc.subjectkonservatisme akuntansi
dc.titleAnalisis Perencanaan Keuangan Terhadap Utang Pajak Dengan Risiko Pajak Sebagai Variabel Kontrol (Studi Empiris Sektor Barang Konsumen Primer di BEI Tahun 2023)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
LENI LAUNA - 210810301001.pdf
Size:
2.63 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: