Strategi Komunikasi Guru BK Dalam Proses Bimbingan Peserta Didik (Studi Kasus di SMK Negeri 7 Jember)
| dc.contributor.author | Pipiet Palestin Amurwani | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-07T01:01:05Z | |
| dc.date.issued | 2020-01 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 07 Mei 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru BK di SMK Negeri 7 Jember menarik untuk diteliti karena peserta didik yang belajar di sekolah ini berasal dari daerah yang memiliki budaya berbeda yaitu Madura dan Jawa. Selain itu, para peserta didik juga datang dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Adapun tujuan dalam penelitian ini, yakni untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan guru BK dalam proses bimbingan peserta didik bermasalah, mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan guru BK dalam proses bimbingan karir atau prestasi belajar peserta didik, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses bimbingan. Data strategi komunikasi berupa tuturan-tuturan guru BK selama proses bimbingan peserta didik dengan permasalahan membolos, merokok, dan minum minuman keras serta pada bimbingan melanjutkan studi. Ditemukan 12 tuturan guru BK yang termasuk ke dalam tindak tutur yang dianggap sebagai strategi komunikasi dalam prses bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Teknik yang digunakan yaitu teknik rekam suara dan teknik catat. Selanjutnya, untuk menganalisis data peneliti menggunakan teori pragmatik tentang maksim dan tindak tutur dan teori sosiolinguistik mengenai alih kode dan campur kode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kasus membolos terdapat penggunaan tindak tutur ilokusi ekspresif pada tahap pembukaan berupa ucapan terima kasih, sedangkan pada tahap inti dan penutup menggunakan tindak tutur ilokusi direktif berupa perintah dan nasihat. Dalam kasus minum minuman keras terdapat penggunaan tindak tutur ilokusi direktif pada tahap pembukaan berupa tuturan perintah dan tahap inti bimbingan berupa tindak tutur direktif perintah dan nasihat. Dalam tahap penutup guru BK menerapkan tindak tutur asertif dengan tindakan pernyataan. Pada kasus merokok di sekolah guru BK menggunakan tindak tutur asertif pada tahap pembukaan yaitu pernyataan, ilokusi direktif pada tahap inti berupa tindakan perintah disertai penggunaan tindak tutur ilokusi ekspresif berupa ucapan terima kasih yang termasuk juga ke dalam maksim penghargaan. Pada tahap penutup menggunakan tindak tutur lokusi. Secara garis besar subjek penelitian melakukan proses bimbingan terhadap peserta didik dengan memaksimalkan maksim penghargaan dan tindak tutur ilokusi ekspresi dan direktif. Ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, memberi rasa nyaman pada peserta didik dalam menjalani bimbingan. Tujuan lain yang ingin dicapai yaitu guru BK dapat memberikan nasihat-nasihat agar para peserta didik tersebut dapat berperilaku yang lebih baik. Strategi yang dilakukan oleh guru BK tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pertama, pendidikan orang tua peserta didik atau pekerjaannya. Tingkat pendidikan orang tua mempengaruhi pola asuh terhadap anak. Hal ini menyebabkan guru BK menyesuaikan bimbingan yang tepat bagi peserta didiknya. Kedua, lingkungan tempat tinggal peserta didik. Lingkungan memberi pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku anak. Oleh karena itu, guru BK perlu mengetahui gambaran lingkungan tempat tinggal peserta didik dan budaya atau kebiasaan masyarakat sekitarnya. Ketiga, bahasa asli yang dimiliki peserta didik. Peserta didik dinilai merasa lebih nyaman menggunakan bahasa aslinya. Maka dari itu, guru BK akan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat memberi efek nyaman bagi peserta didik selama menjalani bimbingan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan bimbingan terhadap peserta didik, guru BK menggunakan beberapa tindak tutur ilokusi namun cenderung memaksimalkan tindak tutur ilokusi direktif dan maksim penghargaan serta alih kode. Penggunaan unsur kebahasaan tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu orang tua, lingkungan empat tinggal dan bahasa ibu. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing I : Dr. Akhmad Haryono, M.Pd. Dosen Pembimbing II : Dr. Agustina Dewi Setyari, S.S., M.Hum. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7217 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | komunikasi | |
| dc.subject | guru BK | |
| dc.subject | bimbingan karir | |
| dc.subject | atau prestasi belajar peserta didik | |
| dc.title | Strategi Komunikasi Guru BK Dalam Proses Bimbingan Peserta Didik (Studi Kasus di SMK Negeri 7 Jember) | |
| dc.type | Other |
