Strategi Komunikasi Guru BK Dalam Proses Bimbingan Peserta Didik (Studi Kasus di SMK Negeri 7 Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru BK di SMK Negeri 7
Jember menarik untuk diteliti karena peserta didik yang belajar di sekolah ini
berasal dari daerah yang memiliki budaya berbeda yaitu Madura dan Jawa. Selain
itu, para peserta didik juga datang dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda.
Adapun tujuan dalam penelitian ini, yakni untuk mendeskripsikan strategi
komunikasi yang digunakan guru BK dalam proses bimbingan peserta didik
bermasalah, mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan guru BK dalam
proses bimbingan karir atau prestasi belajar peserta didik, dan mendeskripsikan
faktor-faktor yang mempengaruhi proses bimbingan.
Data strategi komunikasi berupa tuturan-tuturan guru BK selama proses
bimbingan peserta didik dengan permasalahan membolos, merokok, dan minum
minuman keras serta pada bimbingan melanjutkan studi. Ditemukan 12 tuturan
guru BK yang termasuk ke dalam tindak tutur yang dianggap sebagai strategi
komunikasi dalam prses bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode
observasi dan wawancara. Teknik yang digunakan yaitu teknik rekam suara dan
teknik catat. Selanjutnya, untuk menganalisis data peneliti menggunakan teori
pragmatik tentang maksim dan tindak tutur dan teori sosiolinguistik mengenai alih
kode dan campur kode.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kasus membolos terdapat
penggunaan tindak tutur ilokusi ekspresif pada tahap pembukaan berupa ucapan
terima kasih, sedangkan pada tahap inti dan penutup menggunakan tindak tutur
ilokusi direktif berupa perintah dan nasihat. Dalam kasus minum minuman keras
terdapat penggunaan tindak tutur ilokusi direktif pada tahap pembukaan berupa
tuturan perintah dan tahap inti bimbingan berupa tindak tutur direktif perintah
dan nasihat. Dalam tahap penutup guru BK menerapkan tindak tutur asertif
dengan tindakan pernyataan. Pada kasus merokok di sekolah guru BK
menggunakan tindak tutur asertif pada tahap pembukaan yaitu pernyataan, ilokusi
direktif pada tahap inti berupa tindakan perintah disertai penggunaan tindak tutur
ilokusi ekspresif berupa ucapan terima kasih yang termasuk juga ke dalam
maksim penghargaan. Pada tahap penutup menggunakan tindak tutur lokusi.
Secara garis besar subjek penelitian melakukan proses bimbingan terhadap
peserta didik dengan memaksimalkan maksim penghargaan dan tindak tutur
ilokusi ekspresi dan direktif. Ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan
rasa percaya diri, memberi rasa nyaman pada peserta didik dalam menjalani
bimbingan. Tujuan lain yang ingin dicapai yaitu guru BK dapat memberikan
nasihat-nasihat agar para peserta didik tersebut dapat berperilaku yang lebih baik.
Strategi yang dilakukan oleh guru BK tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor
yaitu pertama, pendidikan orang tua peserta didik atau pekerjaannya. Tingkat
pendidikan orang tua mempengaruhi pola asuh terhadap anak. Hal ini
menyebabkan guru BK menyesuaikan bimbingan yang tepat bagi peserta
didiknya. Kedua, lingkungan tempat tinggal peserta didik. Lingkungan memberi
pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku anak. Oleh karena itu, guru BK perlu
mengetahui gambaran lingkungan tempat tinggal peserta didik dan budaya atau
kebiasaan masyarakat sekitarnya. Ketiga, bahasa asli yang dimiliki peserta didik.
Peserta didik dinilai merasa lebih nyaman menggunakan bahasa aslinya. Maka
dari itu, guru BK akan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat memberi efek
nyaman bagi peserta didik selama menjalani bimbingan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan bimbingan
terhadap peserta didik, guru BK menggunakan beberapa tindak tutur ilokusi
namun cenderung memaksimalkan tindak tutur ilokusi direktif dan maksim
penghargaan serta alih kode. Penggunaan unsur kebahasaan tersebut juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu orang tua, lingkungan empat tinggal dan
bahasa ibu.
Description
Reupload Repositori File 07 Mei 2026_Kholif Basri
