Peran Aspek Mise En Scene Dalam Mendukung Representasi Stereotip Perempuan di Film Yuni: Kajian Semiotika Roland Barthes
| dc.contributor.author | Faza Anjainah Ghautsy | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T02:40:52Z | |
| dc.date.issued | 2024-12-30 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 05 Februari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Film Yuni merupakan film karya sutradara Kamila Andini yang rilis tahun 2021. Film ini menceritakan seorang siswi bernama Yuni yang bercita-cita besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, sebagai tokoh utama hidup dalam lingkungan yang kurang mendukung masa depan atau pilihan hidup perempuan untuk berkembang atau mengejar pendidikan lebih tinggi. Film ini menunjukkan perempuan tidak perlu bersekolah karena perannya hanya sebagai istri yang baik dan mengurus rumah, tanpa perlu pendidikan atau pengetahuan lebih lanjut. Selain Yuni juga ada tokoh-tokoh perempuan lainnya yang mengalami kesulitan ketika hidup sebagai perempuan di lingkungannya akibat adanya stereotip atau pandangan masyarakat yang melekat kepada mereka sebagai perempuan. Stereotip-stereotip perempuan dalam film ini kemudian dianalisis melalui unsur-unsur mise en scene yang terdapat dalam setiap adegan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran mise en scene dalam mendukung representasi stereotip perempuan dalam film Yuni. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dan teori kepribadian semiotika Roland Barthes untuk menganalisis representasi stereotip perempuan yang ada dalam satu adegan. Hasil analisis dalam penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima adegan dengan unsur mise en scene yang menunjukkan stereotip perempuan dalam film Yuni. Lima stereotip perempuan itu adalah stereotip perempuan dan standar kecantikan, stereotip perempuan dan keperawanan, stereotip perempuan dan norma patriarki, stereotip perempuan dan pernikahan dini, serta terakhir stereotip perempuan dan emosional. Stereotip-stereotip ini muncul setelah analisis dari mise en scene yaitu setting, tata rias dan busana, pencahayaan serta pergerakan pemain. Selanjutnya, mise en scene dianalisis lagi menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu konotasi, denotasi dan mitos. Beberapa stereotip negatif digambarkan yaitu bagaimana perempuan harus selalu mengikuti standar kecantikan dalam masyarakat, bagaimana keperawanan menjadi nilai kesucian dan harga diri bagi perempuan, bagaimana perempuan harus selalu mengikuti norma patriarki yang ada di masyarakat meskipun memuat mereka tertekan, bagaimana masih banyak perempuan yang dipaksa melakukan pernikahan dini dan mengubur mimpi mereka, serta bagaimana perempuan dianggap lemah karena menjadi makhluk emosional yang seringkali mementingkan perasaan dibandingkan pikiran. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Bambang Aris Kartika, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota: Ghanesya Hari Murti, S.S., M.Hum. | |
| dc.identifier.issn | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1696 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Film Yuni | |
| dc.subject | sutradara Kamila Andini | |
| dc.title | Peran Aspek Mise En Scene Dalam Mendukung Representasi Stereotip Perempuan di Film Yuni: Kajian Semiotika Roland Barthes | |
| dc.type | Other |
